Berdiri di Pemukiman Warga, Peternakan Ayam Ini Timbulkan Lalat dan Bau Tak Sedap

  • Whatsapp
Lokasi kandang ayam petelur di Desa Wajasari RT 01 RW 01, Kecamatan Adimulyo, Kebumen yang dikeluhkan warga. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia)

KEBUMEN|Portal-Indonesia.com – Berdirinya kandang peternakan ayam petelur yang hanya berjarak 5 meter dari pemukiman warga Desa Wajasari RT 01 RW 01, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, mengakibatkan warga setempat merasa jengah. Pasalnya, bau dari kotoran ayam petelur tersebut sangat mengganggu. Belum lagi banyaknya lalat yang hinggap ke rumah-rumah warga.

Beberapa warga setempat yang tidak mau disebut namanya menuturkan, warga merasa terusik dengan adanya bau menyengat, lalat yang banyak bertebaran dan hilangnya keharmonisan tetangga. Dijelaskan, sedikitnya ada 50 KK yang terdampak

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi, Senin (25/1), kandang ayam yang disoal itu didirikan oleh Kelompok Budidaya Ayam Petelur Jaya Bersama dan Anugrah Jaya yang dibangun sekitar 5 meter dari pemukiman penduduk.

Saat dikonfirmasi terkait bau kotoran ayam yang dikeluhkan warga RT 01 RW 01, Kepala Desa Wajasari Sukhamdi membenarkan adanya masyarakat yang mengeluhkan hal itu dan sudah melaporkan ke desa.

Kemudian Pemdes, kata Sukhamdi, menindaklanjuti aduan warga dan melakukan upaya mediasi dengan pihak kelompok budidaya ayam petelur. Hingga kemudian kandang ayam dibersihkan supaya tidak berbau, serta mengundang pihak dinas peternakan, dinkes dan lingkungan hidup.

“Sudah terjadi kesepakatan antara warga dan kelompok budidaya ayam petelur bahwa dalam 2 minggu kedepan kandang akan segera dipindahkan,” katanya

Namun, baru berjalan beberapa hari setelah mediasi tersebut, pihak peternak budidaya ayam petelur mendatangi kantor desa, minta dipertemukan dengan pihak warga, mengenai tempat pengganti lahan budidaya ayam petelur belum memiliki pandangan tempat yang kondusif yang aman dan nyaman.

“Dan kami minta solusi, pandangan dari tokoh masyarakat supaya tidak terjadi dan mengganggu ketenteaman masyarakat desa setempat,” imbuh Sukhamdi.

Dia meminta kepada pengelola peternakan ayam petelur untuk melakukan proses perijinan sesuai prosedural, terutama ijin lingkungan. (Wahyudin)

Tinggalkan Balasan