Petugas Gabungan Edarkan Selebaran Walikota Pasuruan Terkait PPKM, Berikut Sasarannya

  • Whatsapp

AKP Tatuk Slamet Irianto, saat memberikan pemahaman terkait selebaran SE kepada salah satu petugas swalayan.

PASURUAN | Portal-indonesia.com – Petugas gabungan yang berasal dari tiga pilar yaitu jajaran Polres Pasuruan Kota, Kodim 0819 dan Pemerintah Kota Pasuruan, melakukan giat Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Protkes) berupa penyebaran Surat Edaran (SE) Walikota nomor 13 tahun 2021 pada Selasa (12/1) sekira pukul 18.30 wib malam.

Bacaan Lainnya

Yang mana isi dari SE yang dikeluarkan tertanggal pada 8 Januari 2021, lalu diberlakukan pada 11 Januari 2021 itu mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dimana dengan maksud dan tujuan, untuk mengendalikan penyebaran Covid 19 khususnya diwilayah Kota Pasuruan.

Perlu diketahui bersama, bahwa kegiatan Ops Yustisi itu sendiri dihadiri langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, Kasat Sabhara AKP Tatuk Slamet Irianto, Kasat Tahti IPTU Soekarsono, KBO Reskoba IPTU Kukuh Rahmadi, Kanit Regident Satlantas IPTU Heru Susanto dan Kanit Pidum IPDA Mawan.

Serta diikuti jajaran anggota pleton 3 Polres Pasuruan Kota sebanyak 30 personil, Sat Pol PP Kota Pasuruan sebanyak 15 personil, BPBD Kota Pasuruan sebanyak 10 personil dan dari anggota Dishub Kota Pasuruan sebanyak 5 personil.

Sebelum melakukan Ops Yustisi dilapangan, terlebih dahulu para petugas gabungan yang ada mengikuti giat apel pasukan di Mako Polres Pasuruan Kota dengan dipimpin oleh Kasat Shabara AKP Tatuk Slamet Irianto.

“Hari ini kita akan melaksanakan giat ops yustisi namun dengan sasaran yg berbeda, yaitu sesuai dengan SE Walikota Pasuruan no 13 tahun 2021 kita akan memberikan himbauan kepada masyarakat Kota Pasuruan terkait dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat”. Arahan dari AKP Tatuk, kepada para petugas dilapangan.

Perlu diketahui bersama, bahwa kegiatan yustisi kali ini lebih menekankan pada seluruh kegiatan atau aktivitas yang sifatnya mengundang kerumunan massa. Untuk selanjutnya diberikan batasan baik waktu maupun kapasitas, sesuai dengan aturan yang sudah menjadi ketentuan didalam PPKM itu sendiri.

Berikut sejumlah tempat yang menjadi sasaran untuk diberlakukan PPKM oleh Pemkot Pasuruan, diantaranya bagi para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penangung jawab perkantoran/tempat kerja, pusat perbelanjaan, rumah/warung makan dan kafe untuk menerapkan pembatasan waktu operasional paling lama sampai pukul 20.00 wib malam.

Termasuk tentang penerapan pembatasan kapasitas jumlah orang, paling banyak 50 % dari tempat yang tersedia dalam waktu yang bersamaan. Kecuali yang menyelenggaran fungsi pelayanan masyarakat dan kedaruratan, sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

“Bahwa hari ini merupakan hari ke 2 dalam pelaksanaan pembatasan kerumunan, terhitung mulai Senin kemarin. CB yang akan kita gunakan, berikan himbauan dan pemahaman dengan senyum. Namun tetap humanis terhadap para pedagang, bahwa maksimal untuk waktu operasional sampai batas pukul 20.00 wib dan diatas waktu tersebut harus sudah tutup sesuai dengan isi yang tertuang pada SE Walikota Pasuruan”. Pungkasnya Kasat Shabara.

Adapun titik lokasi yang menjadi sasaran pelaksanaan ops yustisi berupa himbauan yaitu para pelaku usaha atau pertokoan diepanjang jalan Niaga Raya, jalan Wahid Hasyim, jalan Panglima Sudirman dan jalan Hayam Wuruk Kota Pasuruan.

Selain itu tampak para petugas juga memberikan himbauan terhadap 25 orang, agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan pemakaian masker serta jaga jarak saat melaksanakan aktifitas diluar rumah.

Sepanjang kegiatan Ops Yustisi dalam rangka pemberian himbauan terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selesai pada pukul 21.00 Wib, dan selama kegiatan semuanya berjalan aman dan kondusif. (Eko/Ghana)

Tinggalkan Balasan