Siasati Naiknya Harga Kedelai, Produsen Tempe di Purworejo Perkecil Ukuran Produksi

  • Whatsapp
Heru Subagiyo, salah satu produsen tempe di Tegalsari, Purworejo. (Foto : M. Fauzi / Portal Indonesia)

PURWOREJO|Portal-Indonesia.com – Pengusaha tempe atau produsen tempe di Kabupaten Purworejo mengeluh dengan melambungnya harga beli kedelai di pasaran. Pasalnya, kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan tempe.

Heru Subagiyo (45) salah satu pembuat tempe asal Tegalsari RT 02 RW 03 Kelurahan/Kecamatan Purworejo mengatakan, sampai hari ini harga kedelai mencapai Rp 9.200 per kilogramnya yang sebelumnya seharga Rp 6.700 per kilogram.

Bacaan Lainnya

“Saya menyiasati kenaikan harga kedelai dengan tetap bisa mengambil keuntungan, dimana ukuran tempe saya perkecil,” bebernya, Selasa (12/1).

Heru menyebut pada saat normal berat tempe 400 gram. Namun ketika kondisi bahan baku naik bobot tempe diturunkan menjadi 360 gram per potong.

“Kalau kita naikkan harga agak sedikit berat bagi konsumen, jadi kami lebih memilih mengurangi bobot tempe saja,” jelasnya.

Sebelum kenaikan harga kedelai, Heru bisa menghabiskan 2 kwintal setiap harinya, namun sekarang hanya bisa menghabiskan 170 sampai 180 kwintal perharinya.

“Kami berharap kondisi ini segera berlalu sehingga aktivitas usaha dan harga di tengah masyarakat terus normal, kalau harga kedelai bisa stabil lagi kita juga bisa dapat untung,” harapnya. (Fauzi)

Tinggalkan Balasan