Kapolresta Sidoarjo Edukasi Masyarakat dalam penerapan PPKM

  • Whatsapp

Kapolresta Sidoarjo mengedukasi masyarakat dengan menyebarkan brosur dalam menerapkan PPKM

SIDOARJO | Portal-indonesia.com.
Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerapkan PPKM

Bacaan Lainnya

Sesuai instruksi Pemerintah Pusat untuk PSBB secara teknis diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB, sementara PPKM diatur Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Virus COVID-19.

Selain itu ini adalah langkah serius pemerintah pusat dalam upaya memutus mata rantai korona, melalui Pemerintah Daerah yang di teruskan ke Kecamatan dan Desa.

Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono menyampaikan, hari ini serentak akan melaksanakan PPKM terutama bagi daerah yang berzona kuning, orange dan merah.

“PPKM ini adalah langkah kongkrit Pemerintah pusat untuk berjuang melawan Covid-19 ,selain mengedukasi masyarakat melakukan disiplin prokes,dan pengadaan vaksin,”katanya saat membuka apel gabungan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Senin ( 11/1/2021) di alun-alun Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, kita sudah melakukan sinkronisasi antara Pemda, Polisi, dan TNI kalau hari ini di Sidoarjo akan berlaku PPKM, aturannya pun beda dengan PSBB, kalau PPKM aturan yang di terapkan lebih fleksibel.

“Untuk kegiatan masyarakat tetap beroperasi seperti biasa, namun ada batas jam yang di berlakukan,”ujarnya.

Pihaknya mengatakan ,” untuk jam malam di Sidoarjo akan di mulai pukul 23.00 – 04.00 subuh atau pagi,”katanya.

Selanjutnya ia Mengatakan,” dalam menerapkan PPKM ini hanya mengarah ke tindakan admistrasi saja, sangsinya tipiring , kami lebih mengedepankan sangsi administrasi bukan sangsi penindakan,” jelasnya.

Selain itu pada penerapan pembatasan sosial berlaku Tim gabungan akan terus melakukan operasi yustisi serta memberikan edukasi kepada masyarakat, betapa pentingnya protokol kesehatan untuk menangkal Covid-19

“Yustisi akan terus kita gencarkan, adapun target lokasinya sementara ada 5 titik antara lain, waru, buduran, Cemengkalang, Candi Babalayar, Wonoayu,” urainya.

Sedangkan kepada masyarakat yang mengulangi perbuatannya, tidak mentaati prokes, ada catatan khusus.

“Bagi warga yang terjaring kedua kalinya atau tempat usaha yang kedapatan melanggar untuk kedua kalinya, kita akan kenakan sangsi khusus,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan