Diskusi dengan Wartawan, MMGA Harap AREMA Satu

  • Whatsapp

Suasana diskusi antara MMGA dengan wartawan.

KOTA MALANG|portal-indonesia.com – Make Malang Great Again atau yang disingkat MMGA, menginginkan dalam pergerakan kesebelasan kebanggaan Arek Malang Arema tidak terjadi konflik dan dualisme kesebelasan. Hal itu terjadi setelah beberapa waktu lalu MMGA meluapkan aspirasinya degan gelar aksi turun jalan menuntut bertemu dengan pejabat Yayasan Arema.

Bacaan Lainnya

Pada Sabtu (09/01/2021) malam, MMGA dengan mengajak sejumlah wartawan, menggelar diskusi di sebuah warung di daerah Titomoyo, Pakis, Kabupaten Malang.

Dalam diskusi ini, Abdul Mutholib (wartawan senior media Radar Malang), Hendra (wartawan dan penyiar radio RCB FM), hadir bersama sejumlah wartawan dari berbagai media lainnya.

Pada kesempatan itu, MMGA mengajak sejumlah wartawan untuk bersama-sama mencari jalan keluar terkait dualisme Arema sshingga Arema hanya ada satu tetap terjaga, dan pihak Yayasan Arema mau dan bisa menjelaskan soal dualisme yang terjadi saat ini.

Menurut Abdul Mutholib, mempersatukan dua klub yang sama-sama menyandang nama Arema akan sangat sulit.

Ia menyarankan agar teman-teman MMGA untuk bisa menempuh jalur diplomatis, yaitu dengan cara bertemu dengan pihak-pihak yang mengetahui persis seluk beluk mengenai Yayasan Arema, serta mengajak dua kubu Arema untuk bisa duduk satu meja.

“Kami selaku awak media yang asli Arek Malang dalam prinsipnya juga ingin Arema dan Aremania bersatu kembali. Jika mengenai pemberitaan, kami akan selalu berusaha netral dalam memuat suatu berita,” kata Abdul Mutholib, pria yang telah ikuti perkembangan kesebelasan Arema mulai tahun 2000 ini.

Hal senada juga diutarakan Hendra, wartawan dan penyiar radio RCB FM.

“Saya sangat sering dalam siaran pagi di radio saya mengulik tentang dualisme Arema ini. Tidak jarang tuduhan-tuduhan miring dialamatkan ke saya dan radio dimana saya menjadi penyiar, ada yang bilang saya gak netral dan banyak lagi,” ungkapnya.

Pria yang tiap pagi siaran khusus membicarakan Arema dan Aremania ini berharap dengan adanya MMGA, cita-cita menjadikan Arema satu bisa terwujud.

“Saya berpesan pada teman-teman MMGA bisa mengambil langkah-langkah bijak dan tidak gampang terprovokasi dengan pihak yang ingin membuat kondusifitas kota ini terancam,” ucap Hendra.

Sementara itu, salah satu anggota dari MMGA, Vandi, memaparkan maksud dan tujuan digelarnya diskusi ini.

“Tujuan kami menggelar diskusi ini adalah ingin mengetahui dan mencari solusi dualisme Arema menurut wartawan. Karena kami menganggap awak media bisa juga jadi elemen yang bisa mewujudkan cita-cita kami yaitu Arema satu. Kami juga terus menghubungi dan berkomunikasi dengan pihak yayasan Arema dan berharap agar nantinya pihak yayasan mau turun langsung menjelaskan duduk permasalahan ini. Sehingga mewujudkan Arema satu bisa terwujud secepatnya, agar Aremania bisa bersatu lagi dan tidak terkotak-kotak seperti saat ini, beber Vandi kepada portal-indonesia.com.

Tinggalkan Balasan