Terkait Masalah Banjir, DPC Pospera Kota Pasuruan Minta Dinas PUPR Melakukan Kerja Nyata

  • Whatsapp

PASURUAN I Portal-indonesia.com – Menindaklanjuti adanya genangan air atau banjir akibat luapan sungai kecil yang ada disejumlah titik Kota Pasuruan, Ormas DPC Pospera Kota Pasuruan, Jawa Timur melakukan meluruk ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan pada Jumat (8/1) sekira pukul 09.00 wib pagi.

Melalui giat audiensi, para rombongan Pospera yang berjumlah kurang lebih 8 orang itu hanya ditemui oleh perwakilan dari Bidang Sumber Daya Air dan Drainase (SDAD) PUPR Kota Pasuruan. Sementara Kepala Dinas sendiri, menurut keterangan yang ada masih ada rapat diluar dengan DPRD Kota Pasuruan.

Bacaan Lainnya

“Selain silaturrahmi, kedatangan kami kesini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait banjir luapan dari beberapa sungai kecil yang menggenangi sejumlah titik jalan dan permukiman warga di Kota Pasuruan. Seperti halnya yang ada di Pasar Gadingrejo, pasar Besar dan salah satu akses jalan depan Perumahan yang ada di daerah Petahunan”. Kata Pranata, saat audiensi dengan pihak SDAD Dinas PUPR Kota Pasuruan.

Dirinya juga berharap, supaya dinas terkait tidak hanya melakukan aktifitas yang sifatnya hanya pembersihan saluran semata. Melainkan juga harus melakukan upaya penanganan yang nyata, yaitu dengan cara melakukan perbaikan atau revitalisasi di titik-titik sungai yang ada dilapangan.

“Kita ingin agar Dinas bukan hanya melakukan pembersihan, tapi kerja nyata dengan cara prioritas memberikan solusi terkait masalah banjir. Kalau memang sudah diketahui penyebabnya, kenapa tidak dilakukan perbaikan di titik-tituk yang krusial. Contohnya seperti masalah di muara sungai yang ada di belakang Rusunawa Tambaan, ini sudah lama dibahas”. Tegasnya Pranata, selaku Wakil Bendahara DPC Pospera Kota Pasuruan.

Berdasarkan dengan kondisi banjir yang ada, dalam hal ini pihak SDAD menjelaskan bahwa ada beberapa faktor penyebab meluapnya sungai. Dimana karena selain faktor alam pasang air laut, juga dikarenakan buruknya sirkulasi sistem jaringan dari hulu hingga hilir yang tidak seimbang.

Seperti halnya yang terjadi disepanjang saluran sungai kecil Petempen, Matahari, Kebonsari yang muaranya di sungai wilayah batas Kelurahan Trajeng-Tambaan tepatnya dibelakang bangunan Rusunawa Tambaan.

Termasuk sistem jaringan yang terdapat di sungai daerah Kelurahan Petahunan yang menuju ke arah Karangketug wilayah Kecamatan Gadingrejo, juga mengalami kondisi yang sama.

Sehingga luapan air sungai tersebut berimbas ke sejumlah titik jalan dan permukiman warga, seperti halnya kondisi banjir yang kerap dijumpai di tepatnya di jalan Sumatera, Belitung, lombok, irian jaya, Halmahera dan juga terdapat di titik jalan raya Karangketug

“Memang ada beberapa faktor yang juga bersinggungan dengan dinas atau pihak lain, seperti saluran sungai Petempen dan Matahari muaranya di belakang Rusunawa Tambaan. Disitu saluran (U-dith) nya lebih kecil, akibatnya air terhambat dan tidak bisa berjalan lancar dan terjadi luapan”. Jelasnya Kadarusman selaku Kasi Pembangunan Infrastruktur SDAD Dinas PUPR Kota Pasuruan.

Lebih lanjut Dirinya juga akan menyampaikan adanya keluhan atau aspirasi dari pihak Pospera kepada Kepala Bidang Pengairan. Untuk selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan.

“Informasi ini nanti akan kita sampaikan kepada pimpinan, karena kami tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan ataupun keputusan. Mengingat beliaunya (Erwin Abdullah, Kabid Pengairan) masih dalam berduka, karena orang tuanya meninggal beberapa hari lemarin”. Pungkasnya Kadarusman.

Dengan adanya banjir yang terjadi disejumlah titik, diharapkan Dinas dan pihak-pihak betul-betul dapat memberikan solusi yang sifatnya skala prioritas dan totalitas khususnya pada pokok permasalahan yang ada dilapangan.

Selanjutnya warga atau masyarakat khususnya yang ada ditengah titik Kota Pasuruan, tidak lagi terganggu dengan yang namanya bencana banjir ataupun genangan air. (Eko/Ghana)

Tinggalkan Balasan