Pandemi Covid-19 dalam Gambar Anak

  • Whatsapp
Karya Anak-anak, termasuk anak difabel. (Ist)

YOGYAKARTA|portal-indonesia.com – Pesta gambar. Begitulah istilah yang diambil, bukan pameran, dalam karya anak-anak dari pelbagai usia ini. Pesta gambar dibagi dalam kategori usia pra-sekolah,  usia klas 1-3 SD,   dan usia klas 4-6 SD. Kegiatan bertema “Kisah Anak-anak tentang Pandemi Covid-19” ini bakal dipamerkan pada Jumat, 15 Januari 2021 mendatang pukul 11.00, melalui youtube Ons TV.

Penyelenggara pesta gambar, Sri Hartaning Sih dari Perspekrtif Yogyakarta–satu komunitas yang peduli terhadap anak-anak, terutama anak difabel menjelaskan, ada 59 anak dalam tiga kategori seperti disebut di atas yang mengirim gambar untuk dipestakan bersama secara on line. “Ada yang mengirim satu gambar, ada pula yang lebih satu gambar,” tutur Sri Hartining Sih, dalam siaran persnya, Sabtu (9/1/2021).

Bacaan Lainnya

Pelbagai macam ekspresi anak-anak disebutnya merespon pademi Covid-19. Mereka menyajikan visual yang berbeda-beda, dan semua anak tampak paham akan protokol  kesehatan (prokes) karena masker, cuci tangan dan jaga jarak menjadi kosa-visual yang tidak ditinggalkan.

Anak-anak yang ikut dalam  pesta gambar ini terdiri dari anak difabel tuna wicara, tuli, epylepsi, autis, dislexia, downsyndrom dan lainya. Menurut dia, antara anak-anak difabel dan normal mempunnyai kesempatan yang  sama untuk merespon pandemi Covid_19 melalui gambar, menggunakan media kertas. “Ada yang menggambar menggunakan spidol, pensil warna, pensil hitam-putih. Anak-anak  kami beri kebebasan memilih alat yang digunakan,” tutur Sri Hartining Sih.

Peserta yang ambil bagian dalam pesta gambar ini mayoritas berasal dari Yogyakarta. Namun ada juga dari Jakarta, Bali, Karanganyar, dan daerah lain.

Hampir satu tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Semua orang, tak terkecuali anak-anak disebutnya mengalami kecemasan yang sama. Proses pendidikan berhenti melakukan interaksi langsung, dan dialihkan secara daring.

“Rupanya, proses belajar daring yang awalnya menyenangkan sekaligus mengagetkan secara teknis, berimplikasi lain, yakni menjenuhkan. Anak-anak merasa jenuh belajar di rumah” ungkap  Sri Hartaning Sih.

Melihat kejenuhan anak-anak, maka dicobalah mereka untuk bisa merespon pandemi melalui gambar. Ajakan itu dipublikasikan melalui media sosial, dan ditanggapi anak-anak yang didukung para ortunya.

“Dalam publikasi,  saya sebutkan anak-anak diminta menggambar sesuai tema, yakni soal Covid -9, dan hasilnya difoto untuk dikirimkan ke perspektif. Ada 59 anak dari pelbagai kota yang mengirimkan” tutur Sri Hartaning Sih.

Karena bentuknya pesta, bukan festival atau lomba, sehingga tidak ada juara, namun akan diambil 11 karya terpilih. Seleksi karya dilakukan oleh Kuss Indarto, (kurator seni rupa), Hindrik Schreuder  (ahli pendidikan),  dan Agoes Widhartono (jurnalis)..

Semua karya, karena sifatnya bukan lomba, akan dipamerkan di youtube Ons TV. Media digital ini memang beberapa kali telah menyajikan pameran karya seni rupa secara  digital. Selain itu, setiap Senin dan Jumat, Ons TV menyajikan content sastra Jawa dan sastra Indonesia dalam bentuk pembacaan geguritan atau cerkak dan tembang Jawa, ditayangkan tiap Senin. Sedangkan tiap Jumat menyajikan sastra Indonesia dalam bentuk pembacaan puisi dan lagu puisi penyair dari pelbagai kota.

Menurut dia, dalam kondisi  selalu di rumah aja dan mengalami kejenuhan, anak-anak perlu diberi ruang berkreasi. Menggambar adalah salah satu bentuk ruang berkreasi, dan karya itu disebarkan secara lebih luas melalui media digital,  Ons TV di youtube, mulai Jumat, 15 Januari 2021 pukul 11.00. (*/bams)

 

Tinggalkan Balasan