Notulensi Hasil Diskusi Terkait Persoalan Pasar di Kota Malang

  • Whatsapp
Tampak dua anggota dewan dan tiga tokoh masyarakat saat diskusi.Jumat malam(08/01/2021) poto -galih portal

MALANG RAYA |Portal-Indonesia.com,- Diskusi pada Jumat malam (08/01/2021) yang dihadiri sekitar 50 orang, diantaranya dua anggota dewan dan tiga tokoh masyarakat.

Diskusi diruang publik yang digelar oleh GWN (Gubuk e Wong Ngalam)di hall Kopi Warung Jeep menghasilkan beberapa poin catatan notulen yang ditulis sesuai pantauan dan pengamatan awak media portal-indonesia.com yang berada dilokasi.

Bacaan Lainnya

Inilah hasil rilis notulensi awak media portal-indonesia.com

Diskusi dimulai pukul 19.40.wib.

@ .MC membuka acara dengan sambutan singkat dan membacakan rundon kegiatan.

@ Joni Kirman selaku moderator memulai dengan sesi diskusi.

Arif Wahyudi (anggota dewan Kota Malang dari Komisi B)

-* : Soal pasar selalu akan menjadi polemik manakala pihak eksekutif dengan pimpinan kepala daerah sast ini,yang dianggap kurang peka terhadap skala prioritas kebutuhan masyarakatnya.

#Look Mahfud (anggota Dewan Kota Malang dari Komisi B)

-* : Walikota harus tegas. Kemacetan jalur di Pasar Gadang juga menjadi problem. Bahkan meski sudah ada flay over diKedungkandang tetap akan terjadi kemacetan.Sebab justru sumber kemacetannya itu dipertigaan Kedungkandang.Maka proses pertemuan seperti malam ini adalah hal yang penting, karena merupakan wujud keterlibatan masyarakat dalam ikut mengontrol kebijakan pihak birokrasi (eksekutif).

#Eko Yudi (Tokoh Masyarakat Kota Malang)

-* : Semua hulu persoalan adalah karena ketidak tegasan Walikota Malang periode saat ini bersama jajaran dinas nya.
Penguasa harus peka dan benar-benar peduli nyata . Soal pasar ,kemacetan juga diawali dari sekitar pasar,termasuk kemacetan di pasar Kebalen maupun Gadang.Padahal itu juga akses transportasi pihak pegawai pemkot kelokasi kantor terpadu ,mustinya terpikirkan. Sebaiknya ada sentralisasi pasar untuk wilayah kecamatan Kedungkandang sehingga meminimalisir kemacetan dikota malang. Padahal dulu wilayah kecamatan kedungkandang prospeknya akan dijadikan kota satelit ?!

#Moderator memberikan kesempatan pada audien(sesi respon tanggapan dan bertanya)

Audien .1 @ Abah Gatot (Paguyupan pedagang Pasar Lawang)

-* : Menyangkut lanjutan Pembangunan kawasan Kayutangan Heritage, masa anggota dewan sampe gak ngerti terkait proses anggaran dari APBN ?!, kemudian soal pasar juga menjadi polemik ketika muncul perubahan pada ukuran bedak.Masa setelah direhab,justru luas ukuran berkurang,bedak dari ukuran 4 meter malah menjadi 2 meter. Tentunya disinyalir ada indikasi permainan didalamnya.

@ Audien 2.Ki Suryo (Warga seputar pasar Tumpang)

-* : Kondisi yang sama ,baik kabupaten maupun kota. Yang pertama dilihat sikon, pasar merupakan roh nya ekonomi, kondisi tatanan terkait harga kadang berbeda karena kurang pengawasan ,padahal masih satu lokal wilayah.Pihak pasar hanya upaya meningkatkan perolehan retribusi saja.
termasuk hadirnya toko-toko modern yang sangat dekat jaraknya dengan pasar tradisional.

@Audien 3.Tosi (perwakilan pedagang Pasar Besar )

-* : Mempertanyakan nasib pedagang pasar besar,kalo hujan masih banjir diarea dalam pasar,sehingga becek dan terlihat kumuh.

Moderator kembali memandu diskusi.

@ Budi Fatoni (Tokoh Akademisi )

-* : Pernah saya menjadi tim ahli bangunan gedung dan pernah menolak perencanaan yang berdampak pada lingkungan.Termkawasan yang ada disekitar matos,padahal lima kali pertemuan dalam sidang waktu itu hanya untuk dipaksakan agar digol kan.
Konsep perencanaan yang dibuat oleh mahasiswa yang hanya meniru dan menjiplak kita tolak.
Sebenarnya riset dari kampus itu sudah ada,tapi tidak pernah dipakai oleh tim konsultan sehingga desain nya tidak mengikuti kultur lokal.Contoh nyata adalah tidak nyaman nya penghuni pasar di Pasar Dinoyo.Karena desain dan perencanaan yang kurang pas dan tidak sesuai.

Dinas perijinan yang perlu dipertanyakan dengan dampak akibat leluasanya pembangunan yang meremehkan lingkungan.Contoh banjir.Termasuk lanjutan pembangunan kayutangan heritage,konsultan sudah kami ingatkan.Bahwa ada kajian adanya jalur rel kereta api.Tapi tidak dihiraukan.Sehingga lepas dari karakter lokal.Makanya instalasi infrastrukturnya jadi mblendes (lepas arah)

Ironis ketika pasar direvitalisasi tetapi kurang terjaga perawatan nya. Padahal Yogja sebelum didesain,sudut-sudut area tidak lepas dari riset lebih dulu.PR untuk kota Malang makin banyak dan tentunya menjadi catatan bagi anggota dewan.

Ada istilah ‘ Tata Ruang jangan dijadikan Tata Uang.’

@ Hadi Prajoko (Budayawan)

-* : Filsafat pasar menurut barat mengutamakan ekonomi.Namun Filsafat nusantara ,satu unsur kejujuran.

Makna pasar adalah tukon dodol (jual beli).
karena kebutuhan dan simbul” dalam tuntunan yang punya nilai filosofi, berhubungan tali pertemuan/silaturohmi dengan kekuatan budaya lokal. Sehingga tidak hanya bertumpu pada soal keuntungan saja.

Pasar itu juga merupakan wilayah anjang sana yang didalamnya ada pemenuhan kebutuhan yang religiusitas.Apabila kita meninggalkan nilai-nilai kultural maka sikap dan sifat keegoisan akan muncul.

Pasar itu sendiri merupakan wujud dinamika sosial.
Contoh ,wanita sebagai pemimpin di surabaya mampu menjebol kekakuan dan kebekuan mampu disikapi crpat karena dengan landasan sifat-sifat kekuatan nurani (pake hati ).
Monggo kita infentaris persoalan” pasar.

Persoalan satu pasar saja selesai itu jauh lebih baik dari banyak persoalan pasar yang masih menggantung

Dengan memanusiakan manusia adalah benang merah dari rasa empati.

#Moderator memandu dalam respon tanggapan dan sesi tanya jawab

@Audien 4 ,Joko Randy (pengelola pasar seni di PasarBareng)

-* : Belum adanya kemesraan antara pihak eksekutif dan legeslatif tentang pemberdayaan pasar,khususnya pasar seni di kota malang.Berharap ada semacam rencana pasar seni yang strategis agar menjadi solusi bagi karya para seniman.

@ Audien 5,Yuyun xp (anggota Dewan Kesenian Malang/DKM)

-* : Sejak 2018 memegang buku PPKD (Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah) yang semuanya bermuara pada kultur lokal.Sesuai dengan Undang-Undang kemajuan kebudayaan.
sebenarnya nilai-nilai edukasi telah ditanamkan sejak masa anak-anak, yakni bermain dodolan.Disitulah menanamkan kuatnya kulturasi.

@Audien 6,Yesta (Sekretaris MPC PP)

-* : Roma juga bagian dari pasar yang lepas dari bangunan permanen.Untuk pasar sebaiknya jangan ada lagi waktu berdagang dengan sistim genap ganjil.

Kemudian pasar Jangan hanya dijadikan media kepentingan politik bagi para politisi menjelang masa pesta demokrasi saat pileg.

@Audien 7,Aan Uremes (warga seputar pasar)

-* : Keprihatinan ketika kota Malang dipimpin oleh watak yang mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok,sehingga kebijakan nya tidak sesuai kepentingan publik.

Termasuk yang dirasakan oleh pihak pedagang, khususnya di pasar besar malang. ‘Umak genaro Ngalam dadi kudu tegas hooo.!’

@Audien 8,Wahyu Eko Setiawan (aktifis)

-* : 2+2=4 adalah solusi faktual matematis.
Maka untuk persoalan pasar ,perdagangan sistim online juga merupakan solusi . Sehingga perputaran keuangan di kota malang menjadi rata.

@ Audien 9, Wisnu (warga pasar Singosari)

-*: Diskusi hangat malam ini,ada bapak rakyat,bapak kebudayaan dan bapak kampus.
Bagaimana mensinergikan tentang pasar tradisional menjadi pasar modern yang nyaman bagi aktifitas kebutuhan jual beli.

Kurangi kesemrawutan dengan regulasi yang transparan. Agendakan hearing terus menerus masyarakat pedagang dengan para anggota dewan dengan kasuistik yang faktual.

Audien 10,Lili Ulfiah (Ketua GWN)

-* : Bagaimana agar saat berbelanja ke pasar itu terasa nyaman? sebagaimana keluhan masyarakat baik pembeli atau pedagang nya.

#Moderator kembali memandu diskusi
Tanggapan dan Respon

@ Arif Wahyudi (anggota Dewan Kota Malang dari Komisi B)

-* : Komisi B fokus dengan pembangunan dan anggaran , sekalipun ada pasar online, maka pasar tradisional tetap jalan karena tidak melupakan unsur budaya. Maka perlu dikondisikan satunya pemikiran masyarakat yang disampaikan formal. Bersama 43 anggota dewan lainnya sehingga menjadi rekomendasi bagi anggota dewan untuk membentuk pansus terhadap setiap persoalan sekaligus menjalankan hak-hak dan fungsi anggota dewan.

Menanggapi soal Pasar Besar, serasa masih menjadi pembiaran hingga saat ini. Padahal komisi B juga sudah mendorong agar pihak eksekutif lekas merevitalisasi.APBD ada bahkan dukungan dari APBN pun siap. Tinggal keberanian dan kemauan pihak eksekutif.

@ Look Mahfud (anggota Dewan Kota Malang dari Komisi B)


-* :Mempertegas dengan kata revolusi. Dewan tetap mengikuti beberapa tahapan sesuai aturan.Januari ini memang ada pansus yang menjadi agenda dewan terkait persoalan-persoalan yang menjadi polemik.

Januari hingga bulan Maret tahun ini, mari masyarakat yang punya usulan tetap dengan mengikuti tahapan.

Dengan kolaborasi cerdas didukung konsep” yang jelas dalam musrenbang tematik untuk hal- hal menuju kota malang lebih baik.

@ Eko Yudi (Tokoh Masyarakat)

-:Konklusi ,monggo forum diskusi seperti ini tetap kita lakukan bersama.Dan kami harap anggota dewan punya nyali lebih untuk kenyampaikan kepada pihak kepala daerah, demi rakyat yang terwakili.

@ Budi Fatoni (Akademisi)

-* : Desain dari Perguruan Tinggi tetap tidak lepas dari penguatan local wisdom. Asalkan Peran serta Perguruan Tinggi dilibatkan langsung oleh pihak eksekutif sejak awal.

#Moderator mengakhiri sesi diskusi dan mengembalikan pada waktu pada MC

MC menutup acara keseluruhan dengan poin kesimpulan

-* : Semoga diskusi malam ini tidak hanya menjadi literasi saja,namun bisa teraplikasikan dalam langkah politikal will yang mempunyai landasan hukum.

Guna menuju garis lurusnya.Maka Satu nya Kata dan Perbuatan ,baik masyarakat dan pemimpin termasuk Kepala Daerah nya hendaknya mengejawantahkan perilaku yang berbudaya.
Terimakasih dan selamat malam.Sampai jumpa diagenda diskusi-diskusi mendatang dengan tema dan persoalan yang berbeda namun tetap berkomunikasi dan diskusi ditempat yang sama.

Tinggalkan Balasan