Marak Order Fiktif Pesan Makanan dan Minta Pulsa, Kapolres Kebumen ; Pelaku Bisa Diancam Penjara

  • Whatsapp
Salah satu pemilik warung di Kecamatan Petanahan yang menjadi korban order fiktif pesan makanan. (Foto : Ahmad / Portal Indonesia)

KEBUMEN| Portal-Indonesia.com – Penipuan dengan modus order fiktif marak terjadi. Yang sedang hangat diperbincangkan, order fiktif baru-baru ini marak terjadi di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Pelaku kejahatan, setiap melakukan aksinya mengaku personel Polsek Petanahan dan memesan sejumlah makanan di warung yang ada di Petanahan melalui Whatsapp.

Bacaan Lainnya

Bahkan, untuk memuluskan aksinya, tersangka juga menggunakan photo profile Whatsapp dengan gambar polisi.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Sugiyanto, kurang lebih sudah ada 6 warung yang tertipu pada hari ini, Sabtu (9/1/2021).

“Pelaku kejahatan memesan makanan dan minuman serta pulsa melalui Whatsapp. Korbannya adalah para warung yang ada di Petanahan,” jelas Iptu Sugiyanto.

Sampai dengan saat ini, Polres Kebumen masih menyelidiki kasus tersebut. Pelaku melakukan kejahatan menggunakan nomor telepon 081334749304 dan 081332835652.

Tak ingin hal tersebut terulang, kepada warung makan diminta untuk mengecek kembali kebenaran pemesan.

“Jika tidak kenal, atau ada nomor asing yang pesan mengatasnamakan Polres, ataupun Polsek, kami mengimbau untuk diteliti kembali. Jangan sampai menjadi korban berikutnya,” imbau Sugiyanto.

Kejadian penipuan di Petanahan menimpa sejumlah warung diantaranya, Warung Raja Bakso Petanahan, pelaku kejahatan memesan 6 porsi bakso.

Bakso samping Alfamart Petanahan, pelaku memesan 7 porsi bakso. Kemudian Warung makan timur Benteng Petanahan, pelaku kejahatan memesan 6 porsi ayam rames.

Aneka Jus timur Benteng Petanahan, tersangka memesan 4 porsi Jus Alpukat dan pulsa 100.000 Rupiah. Rumah makan Aloha Desa Karangduwur, pelaku memesan nasi ayam geprek 5 Porsi.

Serta Warung Bu Mio depan SMP N Petanahan, pelaku kejahatan memesan 8 Porsi Ayam geprek.

“Makanan-makanan itu, oleh korban diantar ke Polsek. Hari ini suda ada 6 korban yang lapor ke Polsek,” bebernya.

Tak main-main, pelaku kejahatan jika tertangkap bisa dijerat hukum Pidana. Pelaku bisa dikenakan Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan