Walikota Dan Wawali Kompak Melayat Pemakaman Ketua DPC Srikandi PP Kota Malang

  • Whatsapp

Tampak wawali Malang tengah berdoa di samping pusara ketua DPC Srikandi PP Kota Malang.

KOTA MALANG | portal-indonesia.com – Kabar menyedihkan menyelimuti keluarga besar Prof. Bisri ( mantan rektor Universitas Brawijaya Malang ), betapa tidak dalam sehari dirinya harus kehilangan Hj. Ana Rokmatus Sadiyah ( adik ) beserta H. Bambang Novianto ( suami dari adiknya). Keduanya wafat setelah hampir 2 minggu dirawat di RS Saiful Anwar dan di diagnosa terpapar Covid-19. Menurut info yang diterima portal-indonesia.com H. Bambang terlebih dahulu di panggil Yang Maha Kuasa pada Kamis ( 07/01/2021 ) pukul 14.45 wib, selang 6 jam kemudian Hj Ana menyusul suaminya menghadap Illahi. Jum’at ( 08/01/2021 )

Bacaan Lainnya

Dari pantauan portal-indonesia.com yang terus ikuti rombongan kendaraan jenazah Hj. Ana mulai dari kamar mayat RSSA sampai di pemakaman TPU Samaan Kota Malang. Tampak hadir H. Sutiaji ( walikota Malang ) serta H. Ir. Sofyan Edi Jarwoko ( wawali Malang ) hadir secara bergantian hadiri prosesi pemakaman yang dilaksanakan secara prisedur Covid-19.

Yang pertama hadiri pemakaman adalah H. Sutiaji yang juga menyempatkan sholat jenazah di jalan masuk TPU Samaan, selang 15 menit kemudian Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menyusul hadiri pemakaman Hj. Ana yang juga menjabat sebagai ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kota Malang ini. Saat ini Hj. Ana juga masih tercatat sebagai Dosen Fakultas Hukum di Universitas Islam Malang.

Menurut Bung Edi sapaan akrab wawali Malang menuturkan ” kami turut berduka cita atas wafatnya 2 orang keluarga dari Prof. Bisri, semoga amal ibadah almarhum dan almarhummah diterima oleh ALLAH SWT dan keluarga yang ditinggalkan dinerikan kesabaran, keikhlasan dan ketabahan atas kehendak Yang Kuasa ini. Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan kepada warga Kota Malang agar tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada, hindari berkerumun dan jika tidak ada urusan mendesak jangan berpergian keluar kota yang nantinya ditakutkan akan terpapar covid-19. Karena Orang Tanpa Gangguan ( OTG ) Covid-19 yang perlu diantisipasi keberadaannya, untuk itulah saya meminta kepada warga Kota Malang untuk bersama – sama memutus mata rantai pandemi Covid-19 dengan tetap bermasker, sering cuci tangan dan hindari kerumunan agar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan warga bisa beraktivitas seperti sediakala lagi. ” tuturnya pada portal-indonesia.com. ( Junaedi )

Tinggalkan Balasan