Pelaku Penusukan Wanita di Kendal Didor Polisi, Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Andri Setiawan (34) pelaku penganiayaan mantan pacarnya dengan belati, terpaksa ditembak kakinya lantaran coba kabur dari kejaran polisi. (Ist)

KENDAL| portal-indonesia.com – Tim Resmob Polres Kendal dan Reskrim Polsek Sukorejo berhasil membekuk Andri Setiawan alias AS (34), pelaku penganiayaan dan penusukan mantan pacarnya.

“Kami tangkap pelaku di tempat persembunyiannya di daerah Maguwoharjo Jogja tadi malam,” kata Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo saat press release di Mapolres Kendal, Kamis (7/1/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Petugas terpaksa menembak pelaku karena mencoba kabur saat hendak ditangkap saat dilakukan penggrebekan di rumah kostnya.

“Saat anggota kami yang dipimpin Kasat Reskrim menggrebek rumah kost, pelaku ini mencoba kabur jadi terpaksa kami tembak kakinya,” ungkapnya.

Diketahui pelaku tega menganiaya dan menusuk korban Ernawati (30) warga RT 03 RW 09 Dusun Curug Desa Curugsewu Kecamatan Patean yang tak lain merupakan mantan pacarnya dengan menggunakan sebilah pisau belati, Senin (4/1/2021) lalu.

Beruntung, meski mendapat sejumlah tusukan oleh pelaku, nyawa korban masih bisa diselamatkan.

“Korban dan pelaku dulunya ada hubungan asmara. Pelaku menusuk korban dengan pisau belati yang sudah dibawa dari Jogja. Dia tidak terima kalau cintanya diputus jadi dia dendam,” bebernya.

Pelaku mendatangi korban yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan toko onderdil motor Toko Muncul Baru Motor di Jalan Raya Sujono Dusun Sumber, Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo.

Andri Setiawan mengaku, menusuk korban empat kali dengan pisau belati dibagian kepala, tangan, dada dan pinggang.

“Saya nekad tusuk korban karena saya emosi dengan korban. Saya tusuk dibagian kepala, tangan, dada dan pinggang,” kata tersangka.

Pelaku dan korban sudah menjalin asmara selama satu tahun, hubungan asmara mereka putus pada pertengahan bulan Desember 2019 lalu.

“Kami berpacaran sudah satu tahun dan korban tiba-tiba ninggalin saya tanpa alasan yang jelas. Kami terakhir komunikasi pertengahan Desember, saya coba telpon-telpon lagi tapi selalu ditolak,” ungkapnya.

“Sungguh saya menyesal dan benar-benar khilaf,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 AYAT KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara. (Pedro)

Tinggalkan Balasan