FPI Disingkirkan, Kaum Nasionalis Ingin Menang Di Pilgub Jakarta 2022

  • Whatsapp

(Muhammad Mualimin, Pengamat Politik LAWAN Institute)


JAKARTA | Portal-Inonesia.com – Pengamat Politik LAWAN Institute, Muhammad Mualimin menyebut pembubaran FPI dan pemenjaraan Rizieq Shihab buntut dari besarnya ancaman politik identitas yang menerjang kaum nasionalis yang digawangi PDI Perjuangan.

Bacaan Lainnya

Setelah Ahok dikalahkan Anies Baswedan pada 2017 dengan retorika kebencian dan rasisme yang diproduksi Kelompok Kanan (FPI, PA212, HTI), terang Mualimin, Megawati Soekarnoputri dan partainya, PDI Perjuangan tidak mau kalah lagi di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2022.

‘’PDIP hanya punya waktu satu tahunan. Setelah pendukung utama Anies (FPI dan Rizieq Shihab) ditumpas, kini saatnya Kelompok Nasionalis yang diwakili Mensos Risma melakukan ‘pemanasan’. Sekarang waktu paling lemah bagi kekuatan Anies. Jadi, PDIP jemput bola dengan menyuruh Risma sesering mungkin blusukan di daerah kumuh Ibukota,’’ kata Direktur LAWAN Institute Mualimin dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (7/1/2021).

Dengan modal dukungan penuh partai koalisi pemerintah (Golkar, NasDem, PKB) dan NU, jelasnya, Presiden Jokowi bertindak sangat keras untuk menghapus organisasi gerakan islam politik yang selalu jadi musuh ideologis PDIP. Terlebih kelompok FPI sering mengutip ayat kitab suci tentang ‘’Wanita tak boleh jadi pemimpin’’.

‘’Faktanya retorika kebencian politik berbasis agama masih laku. Ini sangat ditakuti PDIP sebagai penjaga pluralisme. Risma yang seorang wanita rentan diserang kelompok islamis jika maju Gubernur DKI Jakarta 2022. Sebelum FPI dibubarkan, politisi pro-pemerintah seperti dipasang agar siap diri, sehingga ketika FPI diumumkan terlarang, ‘paduan suara’ yang membela Surat Keputusan Bersama menggema serentak,’’ ujarnya.

Penetapan tersangka Rizieq Shihab dan pembubaran FPI melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan 6 menteri/kepala lembaga, menurut analisa Mualimin, membikin Anies Baswedan kaget dan terpaksa menghianati jasa Rizieq Shihab. Anies akhirnya membiarkan Rizieq Shihab mendekam di penjara dan menanggung semuanya sendirian.

‘’Anies pasti kaget Jokowi berani membubarkan FPI, ormas yang jadi tulang punggung politiknya. Hampir sebulan sejak Rizieq jadi tersangka dan akhirnya dipenjara, Anies sama sekali tak membela orang yang berjasa besar bagi keterpilihannya jadi gubernur. Anies ketakutan dan terpaksa menghianati Rizieq untuk menyelamatkan karirnya sendiri. Karena tidak ada politikus murni yang mau membela organisasi terlarang,’’ pungkasnya.

Tinggalkan Balasan