Calo Gelap Gentayangan, Isu Hoax Terkait Pendaftaran Baru BLT UKM di Aceh Tenggara Santer

  • Whatsapp

Kepala Bidang UMKM Dinas Koprasi dan UKM Kabupaten Aceh Tenggara, Zailani S.Pd, saat memberikan penjelasan isu hoax tentang pendaftaran baru BLT UMKM/BPUM di Aceh Tenggara. (Photo: Aliasa/Portalindonesia)

KUTACANE|portal-indonesia.com – Berkedok menawarkan bantuan untuk mendapatkan bantuan UMKM atau BPUM, sejumlah calo gelap bergentayangan ditengah-tengah masyarakat Aceh Tenggara. Hal ini telah membuat banyak masyarakat kalangan bawah di Aceh Tenggara merasa resah.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun Portalindonesia com menyebutkan, bahwa para calo gelap itu menyebar isu hoax bahwa Dinas Koprasi dan UKM Kabupaten Aceh Tenggara masih menerima pendaftaran baru bagi masyarakat yang ingin mendapatkan dana BPUM atau BLT UMKM sebesar Rp2,4 juta.

Bahkan dalam melakukan aksinya, para calo gelap itu mengumpulkan KTP dan memungut sejumlah dana dari masyarakat yang akan ikut mendaftar sebagai calon penerima dana BLT UMKM.

Seperti yang diutarakan Tina, salah satu masyarakat kepada portal-indonesia.com belum lama ini. “Adanya isu yang tidak jelas tersebut, kami sebagai masyarakat tentu merasa resah,” kata Tina saat di kantor Dinas Koprasi Kabupaten Aceh Tenggara.

Ia mengatakan, para calo gelap itu dalam melakukan operasi, mengumpulkan KTP dan memungut sejumlah dana dari masyarakat yang akan ikut mendaftar menjadi calon penerima dana BLT UMKM.

“Dari info yang saya dengar, dana yang dipungut itu untuk biaya kepengurusan agar bisa mendapatkan dana BLT UMKM yang jumlahnya sebesar Rp 2,4 juta,” ungkap Tina.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Tenggara melalui Kepala Bidang UMKM, Zailani S.Pd, menyampaikan agar masyarakat berhati-hati terhadap calo gelap yang mengatasnamakan Dinas Koprasi Kabupaten Aceh Tenggara.

“Hati-hati penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, atas penyebaran isu hoax dengan cara mengumpulkan KTP dan memungut sejumlah uang dengan alasan untuk biaya pendaftaran baru BPUM atau BLT UMKM sebesar 2,4 juta rupiah yang mengatasnamakan Dinas Koperasi dan UKM,” ujar Zailani saat ditemui portal-indonesia.com di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021)

Zailani menegaskan bahwa, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Tenggara tidak ada untuk pendaftaran baru terkait BLT UMKM.

“Saya membantah secara tegas terkait isu BLT UMKM. Isu itu hoax” tandas Zailani.

Namun, kata Zailani, bila ada oknum yang melakukan isu tersebut, itu hanya penipuan. “Tolong segera laporkan kepada pihak yang berwajib,” imbuhnya.

Spanduk Himbuan yang terpasang di depan Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Tenggara.

Masih Zailani, untuk antisipasi agar masyarakat tidak tertipu, pihaknya sengaja memajang spanduk di depan kantor Dinas Koperasi dan UKM yang isinya menghimbau kepada seluruh masyarakat bahwa pendaftaran dana Banpres BPUM sudah ditutup. “Bila hal itu terjadi, Dinas Koprasi tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Zailani menambahkan, perlu diketahui, bahwa pendaftaran hanya dilakukan melalui Dinas Koperasi dan UKM di masing-masing daerah. “Seperti yang dijelaskan pada akun instagram @kemenkopukm, dan hal itu sudah ditutup tertanggal 13 Nopember 2020 lalu”, pungkasnya. (aliasa)

Tinggalkan Balasan