Tenaga Kesehatan Puskesmas di Lhokseumawe Mogok Kerja, Uang Covid Jadi Pemicu

  • Whatsapp

Foto Ilustrasi. (Istimewa)

BANDA SAKTI|portal-indonesia.com – Puluhan tenaga kesehatan (Nakes) yang bekerja di Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe melakukan aksi mogok kerja. Aksi mogok kerja dilakukan gegara kepala puskesmas dianggap tidak adil dalam memberikan uang tunjangan penanganan Covid 19. Rabu (06/01/21).

Bacaan Lainnya

Berita aksi mogok kerja yang terjadi pada Senin pagi (4/1/21), telah beredar disejumlah media.

Meski hanya berlangsung singkat, namun aksi ini menyebabkan puluhan pasien yang ingin berobat di Puskesmas yang berlokasi di Gampong Hagu Barat Laut, menjadi terlantar.

Kepada media, salah seorang perawat mengatakan, bahwa para Nakes pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah tersebut menuntut pemerataan dalam pembagian uang jerih penanganan Covid 19. “Kami tidak mendapat uang apapun selama Covid 19 mewabah,” kata perawat tersebut.

Dijelaskan, pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan memberikan biaya tunjangan bagi nakes yang menangani kasus Covid 19 di Kota Lhokseumawe utamanya di lingkungan kerja Puskesmas Banda Sakti.

Namun ironis hingga memasuki tahun 2021 sebagian besar tenaga kesehatan disitu tidak mendapat honor apapun selama pandemi Covid-19. Puluhan tenaga kesehatan disitu merasa nelangsa, karena sebagian nakes lainnya menerima uang jerih itu.

“Kabarnya dibayar Rp4 juta per bulan. Tapi kami tidak dapat uang tersebut. Maka dari itu, kami lakukan mogok kerja hari ini walaupun hanya 2 jam” kata sumber media.

Ia berharap, Kepala Puskesmas Banda Sakti agar berbuat adil dan melakukan pemerataan dalam memberikan uang jasa nakes yang berkerja di puskesmas tersebut.

“Kenapa di Puskesmas lain seluruh tenaga kesehatan bahkan tenaga administrasi dapat uang tersebut, walaupun sedikit seorang. Kenapa di Puskesmas ini tidak ada” kata dia seolah bertanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Puskemas Banda Sakti Afrizal, DJ, SKM membenarkan aksi mogok tenaga kesehatan. Dia membantah mogok kerja tersebut berlangsung lama. Afrizal mengatakan aksi mogok hanya berlangsung sepuluh menit dan tidak sampai menggangu pelayanan kesehatan kepada pasien yang berobat.

“Mengenai uang Covid 19 itu bantuan dari pemerintah pusat yang langsung ditransfer ke rekening penerima,” kata Afrizal.

Dia menjelaskan, pada masa awal munculnya virus Corona di Indonesia medio bulan April 2019, tidak banyak tenaga kesehatan di Puskesmas Banda Sakti yang bersedia menjadi tim medis penanganan Covid 19. Baru kemudian di bulan Agustus terjadi penambahan tenaga kesehatan yang bersedia menjadi tim.

“Berdasarkan SK ada sekitar 20 nakes yang masuk ke dalam tim. Tapi di setiap bulan tidak semuanya kita usulkan. Misal bulan ini ada 3 orang dan bulan berikutnya bertambah. Dan itu kita ganti-ganti dari 20 nama tersebut” kata Kapus Banda Sakti.

Sementara untuk pengamprahan, honor bagi nakes tersebut langsung ditransfer ke nomor rekening pribadi masing-masing nakes.

Dia juga menyayangkan aksi mogok kerja tersebut, mengingat masa awal wabah Corona mencapai Indonesia. Hampir tidak ada yang bersedia menjadi tim.

“Ini sekarang gelar mogok, dulu diminta jadi tim tak ada yang mau. Tapi tidak masalah, besok kami akan gelar rapat internal dan kita selesaikan masalah ini. Jika memang harus dibagi sedikit seorang, tidak masalah” kata Kapus Banda Sakti.

Tinggalkan Balasan