Rakor Strategi Publik Vaksinasi Covid-19, Pelaksanakan Vaksinasi Dimulai Pertengahan Januari 2021

  • Whatsapp

Sekda Kota Lubuklinggau HA Rahman Sani didampingi Kadis Kominfo Kota Lubuklinggau Erwin Armeidi, dan Kadinkes Cikwi saat mengikuti Rakor mengenai strategi komunikasi publik vaksinasi Covid-19 secara virtual. (Istimewa)

LUBUKLINGGAU|portal-indonesia.com – Bertempat di Posko Induk Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Lubuklinggau, Sekda Kota Lubuklinggau HA Rahman Sani didampingi Kadis Kominfo Kota Lubuklinggau Erwin Armeidi, dan Kadinkes Cikwi mengikuti rapat koordinasi (Rakor) mengenai strategi komunikasi publik vaksinasi Covid-19 yang digelar secara virtual, Selasa (5/1/2021).

Bacaan Lainnya

Pada rakor tersebut, juga diikuti oleh Pemprov, Kabupaten/Kota se-Indonesia.

(Photo: Istimewa)

Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA menyampaikan, bahwa semua pihak berkewajiban menyampaikan informasi. Sebagai agen, penyampaian informasi terkait Covid-19 harus dilakukan seefektif mungkin, siapkan bidang komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan informasi sebenar-benarnya.

Safrizal mengungkapkan pemerintah daerah berperan penting dalam pelaksanaan vaksinasi karena pemerintah merupakan simbol keteladan. Pada saat penyuntikan vaksinasi pertama, harus dipublikasi secara luas dan masif.

Pemda menyediakan pendanaan melalui APBD untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dukungan penyediaan tenaga kesehatan, tempat vaksinasi, tempat logistik/transportasi, gudang (tempat penyimpanan vaksin), keamanan, sosialisasi dan penggerak masyarakat.

Safrizal juga mengatakan butuh kerjasama dan koordinasi yang baik agar proses vaksinasi berjalan lancar. “Terapkan startegi komunikasi publik dan instrumentasi personel lapangan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante S. Harbuwono menyampaikan, Covid-19 merupakan bencana alam dimana semua sektor terkena dampak, kesiapan pelaksanaan vaksinasi suatu produk biologi yang diberikan kepada seseorang yang sehat untuk mencegah tertular dari infeksi Covid-19.

Pemberian vaksinasi merupakan bagian strategis komprehensif untuk mengendalikan penularan Covid-19 yang merupakan upaya preventif, edukasi publik, diagnosa dan pengobatan.

Dante S. Harbuwono menjelaskan pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi sebanyak 181,5 juta orang terdiri dari kelompok sasaran usia 18 tahun keatas. Berdasarkan Roadmap SAGE, vaksinasi dilakukan beberapa tahap, tahap 1 petugas kesehatan dan pendukung dari fasilitas pelayanan kesehatan seluruh Indonesia.

Tahap 2 pelayan publik (TNI, Polri, Satpol PP, aparat hukum, guru, toma/toga, pelaku ekonomi, seperti pedagang pasar, petugas pariwisata, lansia dan lain-lainnya, tahap ke 3 masyarakat rentan secara geospasial, sosial dan ekonomi dan tahap ke 4 masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya.

Sedangkan untuk kelompok sasaran berusia diatas 60 tahun masih menunggu data pendukung keamanan yang memadai dan disetujui oleh BPOM.

Dante S.Harbuwono juga menyampaikan kick off pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan mulai pada pertengahan Januari 2021. Vaksinasi pertama di Indonesia dengan 3 kelompok dimana kelompok 1 pejabat publik Presiden, Menkes, MenBUMN, Menlu, Mendiknas, Panglima TNI, Kapolri, Ketua Satgas, dan kepala BPOM, kelompok kedua pengurus asosiasi profesi dan Key Opinion Leader kesehatan.

Selanjutnya kelompok 3 tokoh agama sedangkan penyuntikan perdana vaksinasi Covid-19 juga diikuti secara serentak di 34 Provinsi, terdiri dari 3 kelompok yakni kelompok 1 pejabat publik daerah seperti Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan, Sekda,Pangdam, Kapolda, dan direktur utama RSUD rujukan Covid-19, kelompok 2 pengurus asosiasi profesi dan Key Opinion Leader kesehatan, dan Kelompok 3 tokoh agama. (*)

Tinggalkan Balasan