Kejari Sleman Berhasil Selesaikan Tanah PDAM

  • Whatsapp
Kajari Sleman, Bambang Marsana, SH, MH serahkan sertifikat hak pakai kepada Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata, SE, MM. (Foto : Brd / Portal Indonesia)

SLEMAN| Portal-Indondesia.com – Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Sleman berhasil menelusuri dan menyelesaikan permasalahan tanah PDAM Sleman, hingga mensertifikatkanya. Bahkan, sertifikat tanah hak pakai atas nama PDAM Sleman tersebut oleh Kejaksaan Negeri Sleman diserahkan kepada PDAM Sleman di Aula Kejaksaan Negeri Sleman, Rabu (6/1/ 2021).

Penyerahan sertifikat tanah hak pakai atas nama PDAM Sleman hasil pengurusan pengacara Negera Kejaksaan Negeri Sleman tersebut, dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Marsana SH, MH kepada Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata, SE, MM, disaksikan para pejabat Kejaksaan Negeri Sleman dan para pejabat PDAM Sleman.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Marsana, SH, MH, Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Sleman melakukan penlusuran tanah milik PDAM Sleman seluas 169,7 meter Persegi yang terletak di padukuhan Candi, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, karena mendapat mandat dari PDAM Sleman. Hal itu dilakukan, karena PDAM Sleman pernah diberi tanah oleh Pemkab Sleman, tetapi tidak memiliki dokumen tanda kepemilikan.

Setelah dilakukan penelusuran secara seksama, ternyata tanah tersebut semula milik Pemda DIY, yang pada tahun 1991 diberikan kepada Pemkab Sleman. Kemudian oleh Pemkab Sleman tanah tersebut diberikan kepada PDAM Sleman. Namun, sebelum dimiliki oleh Pemda DIY, tanah tersebut semula merupakan tanah milik Windu Wiharjo warga setempat.

Setelah semua diketahui pokok permasalahanya, tanah tersebut oleh Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Sleman diurus dan diproses pensertifikatnya ke lembaga berwenang, yang kemudian sertifikatnya diserahkan kepada direktur PDAM Sleman.

Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata, SE, MM mengaku bahagia dengan selesainya penulusuran hak milik tanah hingga berhasil diterbitkanya sertifikat ini. “Sebab merasa memiliki tanah tetapi tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikanya. Sehingga dengan munculnya sertifikat tanah tersebut rasanya menjadi lega,” tegas Dwi Nurwata.

Menurut rencana, tanah tersebut akan difungsikan untuk mengoptimalkan produksi air bersih PDAM Sleman, dengan harapan pasokan air bersih kepada para pelangganya bisa menjadi lebih optimal.

Mengingat PDAM Sleman masih memiliki beberapa bidang tanah yang juga belum ada dokumen kepemilikanya, maka kedepan PDAM Sleman juga akan meminta bantuan Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Sleman untuk menguruskan sertifikat terhadap tanah-tanah, sehingga semua tanah yang dimiliki PDAM Sleman juga ada dokumen kepemilikanya.
(Brd)

Tinggalkan Balasan