Pembongkaran Pondasi Taman Inovasi Desa Arjomulyo Kebumen Disoal

  • Whatsapp
Para pekerja sedang membongkar pondasi Taman Inovasi Desa Argomulyo, Kecamatan Adimulyo, Kebumen. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia)

KEBUMEN|portal-indonesia.com — Inginkan transparansi publik, pada awal tahun 2021 ini sejumlah warga Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen mencoba melakukan perubahan di desa nya dengan melakukan protes adanya pembongkararan pembangunan pondasi taman inovasi desa yang juga meliputi taman bermain anak dan lapangan futsal yang diprakarsai Kades terdahulu, Samsudin, dimana sudah diaetujui melalui Musdes.

Ketua Karang Taruna Desa Arjomulyo Wawan Dwi Antoro didampingi Bendahara karang taruna Robandi serta tokoh masyarakat antara lain Dana Sukarno dan Eko Heriyanto, mantan Kades Arjomulyo periode 2002 – 2007 mengatakan, bahwa terkait dengan pembongkaran pondasi taman inovasi desa merupakan hal yang tidak relevan.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang dihimpun Portal Indonesia, Sabtu (2/1), pembongkaran persiapan pondasi revitalisasi lapangan Desa Arjomulyo dirubah menjadi taman bermain anak ini yang didalamnya ada pondasi untuk bangunan lapangan futtsal dimulai sejak Selasa (29/12/2020).

Ketua karang taruna Wawan Dwi Antoro dan Keta BPD saat itu Eko Heriyanto saat ditemui sangat kecewa dengan pembongkaran pondasi tersebut. Pasalnya, taman bermain anak yang sudah dipersiapkan dan telah menelan biaya dan tenaga tersebut, saat pembongkaran tanpa adanya koordinasi dengan pemuda dan warga lainnya.

“Saya merasa pemerintah Desa Arjomulyo tidak konsekwen dan terkesan semaunya sendiri,” kata Eko Heriyanto.

Eko Herianto juga menyampaikan saat itu kepala desa saat ini, Sudiran juga sebagai anggota BPD saat itu ikut dalam musdes akhir 2018. “Bahwa pembangunan ini bertahap setiap tahunya sekitar Rp 60jt memakai anggaran dana desa dalam yang diperkirakan selesai 2024,” ungkapnya.

Saat menuju lapangan yang terletak di wilayah RT 01 RW 01 Dukuh Wanatawang, salah seorang pekerja pembongkaran pondasi, Bardi, mengatakan jika dirinya hanya disuruh oleh Soim Kadus dan Ketua PKT. “Kulo mboten ngertis cuma nyambut damel,” singkatnya.

Sementara itu Kades l Arjomulyo Sudiran ketika dikonfirmasi beralasan ada 3 hal terkait pembongkaran pondasi taman inovasi desa yang dipertanyakan oleh Ketua karang taruna Arjomulyo.

  1. Awal pembangunan adalah berbunyi dalam APBDes pondasi untuk penyelamatan batas tanah desa, itu melenceng dengan membangun lapangan futtsal.
  2. Tidak masuk dalam RPJMDes itu tidak muncul saat kepala desa sekarang ataupun yang terdahulu
  3. Demi terpenuhinya tuntutan dari pemilik tanah di sebelah barat lapangan akan dibuat jalan ditanah warga.

“Dan ketua karang taruna Wawan Dwi Antoro itu sudah tidak berhak karena masa jabatannya sudah selesai karena masih belum jelasnya laporan ke uangan di karang taruna,” pungkasnya. (Wahyudin).

Tinggalkan Balasan