Intensi Awal Tahun ISKA : Membangun Optimisme Merawat Bela Rasa

  • Whatsapp
Ketua Presidium Pusat ISPA, V Hargo Mandirahardjo. (Ist)

YOGYAKARTA|portal-indonesia.com — Perjalanan Indonesia sepanjang  2020, dengan sembilan bulan penuh ditempuh di tengah pandemi Covid-19, telah melahirkan harapan, serta kebangkitan baru  dalam spirit gotong-royong, bela rasa dan penghargaan pada kehidupan serta penghormatan pada yang gugur, selain perjuangan menemukan terobosan melawan pandemi Covid-19.
“Pengalaman ini  meneguhkan sekaligus meluaskan kesadaran kita tentang makna solidaritas tanpa sekat serta toleransi atas semua perbedaan yang perlu terus  dikembangluaskan,” kata  Ketua Presedium Pusat Ikatan Sarjana Katolik  Indonesia  (ISKA) V Hargo Mandirahardjo, dalam intensinya menyambut tahun 2021, Minggu (3/1/2021).

Pandemi  Covid-19 disebutnya  salah satu tantangan terberat yang dihadapi dunia. Krisis kemanusiaan ini melahirkan konsekuensi  kesehatan serta  dampak sosial ekonomi yang parah. Namun  situasi krisis ini  hendaknya menjadi momentum meningkatkan kembali nilai-nilai humanitas.
“Bersatu  sebagai bangsa, kita perlu menebarkan kembali semangat bersolidaritas, bergotong-royong, belarasa, kepedulian kepada sesama tanpa sekat,” ujar dias seraya mengajak dengan cara hidup  berdampingan secara  rukun  sekaligus  membantu  mereka  yang paling menderita.

Bacaan Lainnya

Pandemi  memang  belum berakhir tetapi upaya-upaya ke arah sana harus menjadi tugas  bersama. Antara  lain,  melalui partisipasi aktif dalam protokol kesehatan, kerjasama dalam karya-bakti  meringankan beban sesama, serta mendukung upaya-upaya pemerintah dan semua pihak yang tengah berjuang sungguh-sungguh mengatasi pandemi  Covid-19.

“Perjalanan bangsa  memajukan kesejahteraan umum mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan sepanjang  2020 akan terus kita  kawal  kesinambungannya. Harapan kita, semua ini dapat terwujud  melalui dialog yang sehat, berkeadilan,  tanpa diskriminasi, dengan  tujuan memenangkan kepentingan bersama,” tekad dia.

Hendaknya segala persoalan bangsa tidak menjadi polemik yang berkepanjangan seperti yang terjadi selama ini. “Jangan sampai kita dijuluki bangsa yang suka berpolemik dan tidak mampu mengatasi persoalan,” ujar Hargo.

Menanggapi perkembangan situasi politik dan keamanan akhir-akhir ini, ISKA mengharapkan semua pihak bersikap dewasa untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif, tertib dan aman. Sehingga upaya – upaya nyata merawat persatuan dan kesatuan  bangsa dan menyejahterakan rakyat sungguh-sungguh tercipta tanpa gangguan yang berarti.

Untuk mencapai kondisi tersebut  ISKA mendukung langkah-langkah penertiban dan langkah-langkah hukum sesuai dengan  undang-undang dan peraturan yang berlaku guna melindungi kepentingan masyarakat luas.

Meskipun masih dalam kondisi pandemi, Hargo mengajak sebagai satu bangsa membangun sikap optimistis dalam semangat yang kuat bahwa kondisi yang membelenggu kemajuan  ini harus dapat diatasi bersama  melalui kesatuan langkah.

Menurut dia, ini akan  menjadi   bagian  tak terpisahkan dari gerak langkah pemerintah dalam   mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera dan lebih bermartabat sebagai bangsa Indonesia. Meskipun perjumpaan fisik harus berjarak karena pandemi, tetapi solidaritas, kebersamaan, kegotong-royongan dan bela rasa kepada sesama tidak boleh berjarak.

Kehadiran vaksin di awal 2021, menghadirkan semangat serta harapan yang membuka  lembaran baru bagi resolusi kehidupan bangsa Indonesia di tahun yang baru. “Bersama, kita akan bangkit  dari  krisis kesehatan mau pun ekonomi yang telah  melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa kita”.

Kita, lanjut Hargo, juga perlu membangun sikap optimisme dan kebersamaan untuk terus bergerak bersama, bergandengan tangan, bersatu padu dan tidak terpecah-belah oleh kepentingan-kepentingan sesaat. “Kita tahu,  tekanan luarbiasa dari  efek pandemi berpotensi mempengaruhi perilaku kehidupan. Jika hal  ini tidak tertangani dengan baik, akan menumbuhkan krisis kemanusiaan  baru. Untuk  mengatasi semua ini, seluruh elemen bangsa bersinergi dalam strategi menciptakan peluang-peluang agar krisis kesehatan dan ekonomi dapat segera teratasi,” ajak dia. (Bams)

Tinggalkan Balasan