Selama Pandemi Covid-19 PMI Sleman Sering Kekurangan Stok Darah

  • Whatsapp
Kegiatan donor darah di Pendopo Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Kamis (31/12). (Foto : Brd / Portal Indonesia).

SLEMAN| portal-indonesia.com – Menurunnya minat masyarakat untuk melakukan donor darah di saat Pandemi Covid-19, Palang Merah Indonseia (PMI) Kabupaten Sleman, DIY, sering mengalami kekurangan stok darah. Sebab, antara orang yang membutuhkan darah dengan orang yang mendonorkan darah, justru banyak yang membutuhkan darah.

Terlebih, pada musim hujan seperti saat ini, masyarakat yang membutuhkan darah di PMI Sleman justru meningkat tajam, karena banyaknya orang yang menderita penyakit demam berdarah yang pengobatanya membutuhkan sel-sel darah.

Bacaan Lainnya

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PMI Sleman terus melakukan berbagai program untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam mendonorkan darahnya. Diantaranya menggandeng berbagai lembaga pemerintah dan swsta di Sleman untuk melakukan aksi donor darah masal.

Selain itu, juga menganjurkan seluruh pengurus PMI kapanewon se Kabupaten Sleman untuk mengadakan aksi donor darah di wilayahnya masing-masing secara rutin minimal tiga bulan sekali.

Agar aksi donor darah massal yang dilakukan PMI Kapanewon tersebut mendapat perhatian banyak pihak, maka seluruh pengurus PMI Kapanewon se Kabupaten Sleman diberi kewenangan untuk membuat berbagai program atau cara yang dpat memikat masyarakat agar mau mendonorkan darahnya. Melaui pola itu, ternyata mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk melakukan donor darah.

Seperti yang dilakukan oleh pengurus PMI Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman ini. Dalam aksi donor darah yang dilakukan pada Kamis (31/12) kemarin, PMI Kapanewon Moyudan memberikan bingkisan bagi para pendonor. Selain berisi aneka makanan dan minuman, bingkisan yang diberikan kepada para pendonor tersebut juga berupa berbagai vitamin dan masker.

Ketua Bidang Yansos kesmas PMI Sleman, Budi Sugeng serahkan bingkisan kepada peserta donor darah. (Foto : Brd/ Portal Indonesia)

Tujuanya, selain untuk menumbuhkan minat masyarakat agar mau mengikuti donor darah masal, juga untuk mensosialisasikan gerakan pola hidup sehat di masa pandemi covid-19// yaitu, selalu memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun serta sering mkinum vitamin, sehingga badanya tetap sehat dan tidak mudah terpapar virus corona.

“Pola ini ternyata mendapat dukungan banyak pihak, dan mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk mengikuti donor darah masal. Oleh karena itu, cara ini masih akan dilakukan dalam aksi donor darah masal tiga bulan mendatang,” kata ketua PMI Kapanewon Moyudan, Vero saat menunggui aksi donor darah yang diselenggarakanya di pendopo Kapanewon Moyudan.

Menurut Ketua Bidang Pelayanan sosial dan Kesehatan Masyarakat (Yansos kesmas) PMI Sleman, Sugeng Budi, selama Pandemi Covid-19 ini, meningkat tajam. Jika sebelum pandemi covid-19 yang membutuhkan darah rata-rata hanya sekitar 1,000 ampul per bulan, di masa pandemi Covid-19 ini meningkat menjadi sekitar 1.500 ampul per bulan. Sementara warga masyarakat yang mendonorkan darah di PMI Sleman hanya berkisar 1.200 ampul per bulan.

Oleh karena itu, selama Pandemi Covid-19 ini PMI Sleman sering kekurangan stok darah, sehingga PMI Sleman terus melakukan berbagai upaya, dengan harapan kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi. (Brd)

Tinggalkan Balasan