Musyawarah Petani Kopi Se-Kecamatan Silo, Suriyanto Terpilih Jadi Ketua Kelompok Usaha Tani Kopi

  • Whatsapp
Ketua kelompok terpilih Dilir ahmad Suriyanto

Dilir Ahmad Suriyanto, Ketua Kelompok Usaha Tani Kopi Hamka Puncak Jaya, Kecamatan Silo Kabupaten Jember. 


JEMBER|portal-indonesia.com – Pembangunan pertanian diberbagai tingkatan wilayah sangat ditentukan oleh partisipasi aktif dari seluruh subjek pelaku usaha tani baik hulu maupun hilir. Pelaku utama dan pelaku usaha bidang pertanian memegang peranan penting dalam peningkatan produk dan produktifitas yang juga merupakan salah satu indikator tingkat keberhasilan pembangunan di bidang pertanian. Pembinaan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha ini sangat diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan dan peningkatan produk dan produktivitas dalam rangka mensukseskan pembangunan bidang pertanian.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani, maka pembinaan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha bidang pertanian dilaksanakan dalam wadah kelembagaan kelompok tani.

Menurut peraturan tersebut, kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai dan keserasian hubungan antar anggota, perlu diperhatikan dalam membentuk kelompok tani agar terwujud kelestarian kehidupan kelompok tani tersebut sehingga setiap anggota merasa memiliki dan menikmati manfaat dari setiap kegiatan.

Terkait kelompok tani, para petani kopi di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, telah menjadi anggota kelompok tani di masing-masing desanya. Dan mutu dan produksi kopi dari Kecamatan Silo sudah bagus serta kompetitif. Hal ini diutarakan oleh Jatmiko, salah satu DPD Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Kabupaten Jember.

Namun menurut Jatmiko, sejauh ini hasil produksi kopi dari Kecamatan Silo belum mampu memenuhi permintaan pasar, terutama jika ada pesanan mendadak,” ungkapnya.

“Salah satu penyebabnya, masing-masing kelompok petani kopi dan penggiat kopi masih menggunakan harga sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Lebih lajut Jatmiko mengatakan, guna menjalin komunikasi dan kerjasama antar sesama pelaku usaha kopi dalam rangka mengoptimalkan usaha kopi dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kecamatan Silo, perlu dibentuk gabungan kelompok tani kopi se Kecamatan Silo.

“Jadi seharusnya di Kecamatan Silo itu dibentuk gabungan kelompok tani kopi seluruh desa di Kecamatan Silo,” tutupnya.

Saat berlangsungnya musyawarah pembentukan pengurus kelompok usaha tani kopi “Hamka Puncak Jaya”. 

Setelah menerima saran dan masukan dari DPD Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Kabupaten Jember, Jatmiko, para petani kopi Se-Kecamatan Silo pada Sabtu (26/12/2020) menggelar musyawarah untuk membentuk kelompok usaha tani kopi.

Dalam musyawarah tersebut dihadiri 30 orang, mulai dari masyarakat desa sampai tokoh dan pengurus DPD Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Kabupaten Jember.

Hasil dari musyawarah yang bertempat di Dusun Krajan Desa Karangharjo Kecamatan Silo tersebut, semua yang hadir sepakat bahwa “Hamka Puncak Jaya” menjadi nama kelompok usaha tani kopi Se-Kecamatan Silo, dan Dilir Ahmad Suriyanto terpilih sebagai ketua kelompoknya.

Sedangkan tempat berlangsungnya musyawarah ini, dijadikan sebagai Markas Kelompok Usaha Tani Kopi Hamka Puncak Jaya.

Foto bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Tani Kopi “Hamka Puncak Jaya”. 

Usai terpilih sebagai ketua kelompok, Dilir Ahmad Suriyanto meminta kepada semua pengurus dan anggota untuk bersama-sama kompak dan kepada semua pihak dapat membantu terhadap tugas yang diembannya.

Lain halnya dengan yang disampaikan oleh Dayat selaku Pembina Kelompok Usaha Tani Kopi Hamka Puncak Jaya.

Ia menegaskan, bahwa pengurus kelompok usaha tani kopi ini harus memperhatikan anggota-anggotanya dalam kegiatan kelompok. “Sebaliknya, setiap anggota harus lebih berkoordinasi dengan pengurus agar setiap kegiatan yang dilaksanakan bersama dapat berjalan dengan lancar sehingga menghasilkan sesuai yang diharapkan bersama,” ucapnya.

Sementara Jatmiko pada kesempatan itu berpesan kepada pengurus kelompok usaha tani yang telah terbentuk agar jangan sampai kelompok yang terbentuk hanya sebatas papan nama, karena banyak kelompok yang terbentuk hanya sebatas nama.

“Semoga kelompok usaha tani Kopi Hamka Puncak Jaya yang telah terbentuk ini dapat merubah sistem kerja anggota dan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi seluruh anggota kelompok atau masyarakat sekitarnya,” ucap Jatmiko.

Tinggalkan Balasan