Cabai Rawit Dicat Merah Tak Beredar di Banjarnegara, Pedagang Lega

  • Whatsapp
Ani (45), salah satu pedagang cabai di Pasar Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. (Foto : Tris / Portal Indonesia)

BANJARNEGARA| portal-indonesia.com — Beredarnya kasus cabai rawit warna hijau keputihan yang di semprot pylox menjadi warna merah, sementara ini baru diketahui beredar di sejumlah pasar tradisional wilayah Kabupaten Banyumas.

Pantauan Portal Indonesia di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banjarnegara, Kamis (31/12) siang, tidak ditemui adanya cabai rawit berpewarna seperti yang terjadi di sejumlah pasar di Banyumas.

Bacaan Lainnya

“Iya ngeri ada lombok diberi pewarna, kemarin saya baca di media online. Alhamdulillah disini tidak ada lombok yang diberi pewarna buatan, mas,” kata Agus (42) salah seorang pedagang di Pasar Mandiraja, Banjarnegara.

Sementara itu, dari pantauan pasar lainnya, seperti di Pasar Purworejo Klampok, juga tidak didapati adanya cabai rawit berpewarna.

“Saya malah baru dengar ada cabai yang disemprot pakai cat semprot, duh ngeri pastinya kalau dikonsumsi. Alhamdulillah di Pasar Klampok tidak ditemukan cabai yang diberi pewarna cat,” tutur Ani (45), salah seorang pedagang cabai di Pasar Klampok mengaku lega.

Kasus cabai rawit dicat warna merah yang beredar di Pasar Wage Purwokerto dan 2 pasar lainnya, diduga terjadi lantaran tingginya harga beli cabai rawit merah di pasaran yang saat ini berkisar fluktuasi Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu. (trs)

Tinggalkan Balasan