Bupati Banyumas Minta Kasus Cabai Rawit Berpewarna Diusut Tuntas

  • Whatsapp
Kepala Loka POM Banyumas, Suliyanto (kanan) menunjukkan cabai rawit berpewarna merah kepada Bupati Banyumas, Achmad Husein, Rabu (30/12) sore.

PURWOKERTO|portal-indonesia.com – Terkait kasus cabai rawit berpewarna merah, Bupati Banyumas Achmad Husein meminta seluruh pihak terkait untuk mengusut hingga tuntas kasus cabai rawit berpewarna merah yang ditemukan di sejumlah pasar tradisional di daerah itu.

“Cabai berpewarna merah ini harus diusut sampai tuntas karena berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” kata Achmad Husein di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (30/12) sore.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam konferensi pers tersebut, antara lain Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas Suliyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Yuniyanto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Widarso, Kepala Dinas Kesehatan Sadiyanto, dan perwakilan dari Polresta Banyumas.

Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi tentang cabai rawit yang diduga diberi pewarna merah itu pada hari Selasa (29/12) kemarin.

“Saat kami mendatangi Pasar Wage untuk melakukan pengecekan, dari hasil pemeriksaan sementara, pewarna untuk mewarnai cabai itu diduga bukan pewarna makanan karena kalau pewarna makanan tidak bisa menempel seperti ini,” terangnya.

Loka POM Banyumas, lanjutnya, telah mengirimkan sampel cabai berpewarna tersebut ke Balai Besar POM Semarang untuk uji laboratorium.

Kepala Dinperindag Kabupaten Banyumas Yuniyanto mengatakan bahwa cabai berpewarna tersebut pertama kali dilaporkan oleh 5 pedagang di Pasar Wage kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Wage pada hari Selasa (29/12).

“Lima pedagang yang melaporkannya, masing-masing mendapatkan satu kardus berisi cabai rawit sebanyak 30 kilogram namun tidak semuanya berpewarna karena dicampur dengan cabai rawit biasa. Rata-rata setiap kardusnya ada sekitar 1—2 kilogram cabai berpewarna,” bebernya.

Informasi dari pedagang, kata dia, cabai rawit berpewarna tersebut berasal dari Temanggung dan didistribusikan oleh penyalur di Banyumas.

Kemudian setelah menerima laporan tersebut, pihaknya segera melakukan pengecekan ke seluruh pasar tradisional hingga akhirnya diketahui bahwa cabai berpewarna itu juga ditemukan di Pasar Cerme Purwosari dan Pasar Kemukus Sumbang.

“Harga cabai rawit merah saat ini cenderung meroket. Hari ini harganya sebesar Rp55 ribu/kg,” katanya.

Dari hasil pemantauan, sambungnya, peredaran cabai rawit berpewarna merah tersebut hanya ditemukan pada hari Selasa (29/12) dan saat ini sudah tidak ada lagi karena penyalurnya telah menariknya dari para pedagang.

Sementara itu terkait
ditemukannya cabai rawit berwarna putih atau hijau muda dicat warna merah, Sat Reskrim Polresta Banyumas melakukan pengusutan. Cabai rawit berpewarna tersebut, kini diamankan polisi.

Polresta Banyumas tengah memeriksa keterangan sejumlah saksi. Polresta akan berupaya mencari tahu pemasok yang informasinya berasal dari Temanggung, sembari menunggu hasil uji laboratorium terkait kandungan cat tersebut.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka melalui Kasat Reskrim, AKP Berry ST SIk, mengatakan secara garis besar pihaknya sudah mengantongi data pemasoknya.

Namun demikian, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut pihaknya masih menunggu uji lab dari BPOM terkait bahaya tidaknya kandungan cat tersebut ketika dikonsumsi oleh manusia.

“Nanti dicek dulu kandungannya, kalau berbahaya kita tetapkan UU Perlingan Konsumen. Kita harus memastikan terlebih dahulu pewarnanya itu berbahaya atau tidak untuk masyarakat,” katanya

Jika semua data dan saksi lengkap, lanjut Berry, Sat Reskrim Polresta Banyumas akan langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan pencarian terhadap pemasok cabai rawit yang dicat tersebut dengan menuju ke Temanggung. (KJ)

Tinggalkan Balasan