Penyebrangan Ketapang – Lembar NTB Dibuka, Arus Kendaraan Arah Gilimanuk – Denpasar Turun Drastis

  • Whatsapp

Kendaraan truk terlihat tengah melintas di jalan nasional Ketapang Banyuwangi. (Photo: Kurniadi/Portalindonesia)


BANYUWANGI|portal-indonesia.com – Penyeberangan rute Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah resmi dibuka beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

Pantauan portal-indonesia.com di jalan nasional Ketapang arah Gilimanuk Denpasar, tampak sejumlah kendaraan truk melintas.

Namun kondisi arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalan tersebut, tampak berbeda jika dibandingkan tahun sebelumnya yang selalu padat saat mengahadapi acara tahunan menyambut Natal dan Tahun Baru.

Sementara di tempat layanan  PT. Indonesia Ferry Cabang Ketapang, jumlah kapal untuk melayani penyeberangan rute Banyuwangi – Lombok, masih belum optimal.

“Kapal yang melayani sebanyak tujuh kapal. Tetapi sementara hanya tiga kapal yang beroperasi karena empat kapal masih dalam perawatan rutin. “Sementara tiga kapal beroperasi,” ungkap General Manager PT. Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Fahmi Alweni, Selasa (29/12/2020).

Fahmi mengatakan, kapal yang melayani penyeberangan rute Banyuwangi – Lombok, berbeda dengan kapal yang beroperasi di pelabuhan laut Tanjung Wangi – Lembar dari bulan Agustus lalu.

“Kalau yang di bulan Agustus itu dari pelabuhan laut Tanjung Wangi, pihak yang melayani bukan dari kami (ASDP). Bukan kapal kami,” ujar Fahmi

Untuk Izin kapal, itu dari Direktorat Perhubungan Laut. Sedangkan rute pelabuhan penyeberangan Ketapang – Lembar, diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat pada Sabtu (26/12) lalu.

“Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry, merupakan kapal Ferry khusus yang melintasi pelabuhan penyeberangan Ketapang – Lembar,” terang Fahmi.

Dari segi efektivitas menurut Fahmi, beroperasinya penyeberangan jarak jauh Ketapang – Lembar, bisa mengurangi jumlah kendaraan yang melintasi jalan dari Gilimanuk – Padangbai, Karangasem.

“Karena dengan adanya penyeberangan kapal dari Tanjung Wangi – Lembar sebelumnya, penyeberangan Padangbai – Lembar mengalami pengurangan produksi hingga 45 -50 persen,” ujarnya.

Masih menurut Fahmi, dengan beroperasinya kapal pelabuhan penyeberangan Ketapang – Lembar, maka diperkirakan bisa mengurangi lebih banyak lagi kendaraan yang melintasi Jalan Denpasar – Gilimanuk, terutama angkutan logistik dari Jawa ke Lombok atau sebaliknya. “Karena selama ini, jalur Denpasar – Gilimanuk tidak hanya dipadati kendaraan tujuan Bali, tetapi juga tujuan NTB dan NTT,” tukasnya.

Fahmi menambahkan, pengoperasian layanan Ferry jarak jauh Ketapang – Lembar ini sebagai upaya pengembangan konektifitas dari Jawa – Nusa Tenggara Barat dalam mendukung pembangunan daerah dan penurunan biaya logistik dikarenakan akses Jawa ke NTB kini dapat ditempuh secara langsung, tidak perlu lewat Bali lagi.

Disamping itu, ASDP mendukung program Pemerintah memajukan sektor pariwisata khususnya Pemprov Bali, karena lintasan Ketapang – Lembar ini sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Tahun 2020 tentang Penetapan Lintas Penyeberangan Antara Ketapang-Lembar, sebagai wujud dukungan terhadap kebijakan Gubernur Bali untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Gilimanuk – Denpasar.

“Dengan jarak tempuh sejauh 125 mil, sailing time 12,5 jam dan waktu pelayanan 3 jam, kami harapkan lintas Ketapang – Lembar ini dapat menjadi layanan penyeberangan yang efektif dan efisien, baik dari segi waktu dan biaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan