Pelantikan 49 Lurah di Sleman Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

  • Whatsapp
Bupati Sleman menyerahkan SK pelantikan. (Foto : Brd / Portal Indonesia)

SLEMAN| portal-indonesia.com – Bertempat di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Sabtu (26/12/2020) Bupati Sleman Sri Purnomo melantik 49 lurah hasil pemilian serentak tanggal 20 Desember 2020 lalu.

Namun, sebelum pelantikan berlangsung, datang puluhan warga Kalurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman menuntut agar lurah terpilih Kalurahan Sinduadi jangan ikut dilantik. Bahkan, mereka menuntut agar pemilihan lurah Sinduadi yang juga dilakukan secara E-Voting diulang pemilihanya, karena waktu pemilian tanggal 20 desember lalu dinilai terjadi kecuragan.

Bacaan Lainnya

Menurut para pengunjuk rasa, kecurangan dalam pemilihan lurah secara e-voting yang terjadi di wilayah Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabuaten Sleman terlihat dari sering erornya computer disejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Yakni ada sejumlah pemilih yang ketika memencet nomor dan gambar calon yang tertera di layar monitor computer, ternyata yag muncul bukan nomor atau gambar calon yang dikehendaki. Melainkan nomor dan gambar calon yang tidak dikehendaki. Bahkan, ketika ganti computer-pun kejadian serupa masih terjadi, dan hal itu terjadi di beberapa TPS.

“Dengan kondisi seperti itu, kami yakin erornya computer tersebut memang disengaja oleh petugas, dengan maksud untuk memenangkan salah satu calon yang dikehendaki. Oleh karea itu, kami minta pemilihan lurah Kalurahan Sinduadi dilakukan pemilihan ulang. Namun metodenya juga dirubah. Yakni tidak memakai cara e-voting, melainkan melalui pilihan langsung dengan coblosan gambar” kata korlap aksi, Kristiana.

Aksi unjukrasa membentangkan berbagai tulisan meminta Pilurdes Sinduadi diulang. (Foto : Brd / Portal Indonesia)

Meski, diwarnai aksi demo, namun pelantikan 49 lurah se Kabupaten Sleman tersebut tetap dilaksanakan sesuai rencana awal. Bahkan lurah Sinduadi terpilih, Senen Haryanto juga ikut dilantik.

Pelantikan ditandai dengan penandatangan berita acara dan penyematan tanda jabatan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo kepada para terlantik secara perwakilan dan disaksikan para pejabat Muspida Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, pemilihan lurah serentak di 49 Kalurahan se wilayah Kabupaten Sleman tanggl 20/12/2020 lalu, semaunya dilakukan secara elektronik atau e-voting, dan pemilihan lurah e-voting tersebut baru pertama kali dilakukan di Sleman.

Namun, semuanya sudah dilakukan dengan mekanisme yang benar, dan bahkan pelaksanaan pemilihan lurah secara e-voting tersebut, sudah diatur dengan peraturan daerah (Perda).

“Karena dalam suatu pemilihan jabatan selalu ada yang kalah dan ada yang menang, maka bagi pihak yang tidak puas karena merasa diparlakukan tidak adil, kami harap tidak berbuat yang tidak semestinya, tetapi harap diselesaikan melalui jalur hukum” pesan Sri Purnomo. (Brd)

Tinggalkan Balasan