Tinggal di Kandang Ayam, Satu Keluarga di Kebumen Ini Butuh Bantuan

  • Whatsapp
Kandang ayam berukuran 5 X 7 meter yang dihuni enam orang di RT 04 RW 04 Desa Sadang Kulon, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia)

KEBUMEN| portal-indonesia.com – Pahit getir kehidupan mendera pasutri warga RT 04 RW 04 Desa Sadang Kulon, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, yaitu Rudi Hartono (48) dan Suratmi (37) bersama empat orang anak mereka selama 4 bulan ini menghuni sebuah kandang ayam berukuran sempit yang jauh dari kata layak.

Bisa dibayangkan, kandang ayam berukuran 5 x 7 meter yang lokasinya di tepi Sungai Lukulo tersebut, tidak ada WC ataupun kamar mandi. Saat hendak tidur, mereka harus rela berdesak-desakan saat di kandang ayam milik orang itu.

Bacaan Lainnya

Anak pertama bernama Dava Abdullah Hafid (13) yang baru saja diminta oleh sebuah yayasan duafa di Cilacap. Anak kedua Nur Suciati (8) kelas 2 SDN Arjowinangun, Kebumen, lantaran tidak punya ponsel tidak bisa mengikuti pelajaran daring. Anak nomor tiga
Hajir Kholifatur (3) dan Nur Amir (20 bulan), harus merasakan keprihatinan saban harinya.

“Dalam satu hari makan 1 kali saja susah apa lagi untuk beli susu,” ucap Rudi Hartono saat ditemui Portal Indonesia, Kamis (24/12).

Bahkan, kata Rudi, untuk bisa makan, keluarganya sering mendapat bantuan makanan dari para tetangga. “Tetangga di sini baik-baik, sering ngasih makanan untuk kami,” sambungnya.

Disinggung apakah ada bantuan dari pemerintah, Rudi menggelengkan kepalanya. “Saya bingung harus mengadu kemana. Tempat tinggal ini juga punya orang, sedangkanĀ  anak saya juga tak dapat KIP atau bantuan untuk siswa miskin dari pemerintah,” bebernya.

Sementara itu beberapa tetangga, Ahadun dan Rohimun warga sekitar yang peduli berharap supaya keluarga ini bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk sekedar makan. Serta buat sekolah anaknya dan anak balitanya yang masih butuh asupan makanan sehari hari.

“Dari dinas terkait pasti ada bansos, midah-mudahan setelah membaca berita keluarga ini pemerintah terketuk dan membantu mereka,” harap Ahadun dan Rohimun.

Dihubungi terpisah, Kepada Desa Sadang Kulon, Suratmin terkejut dan belum tahu ada masyarakatnya yang tinggal di kandang ayam karena tidak ada laporan dari RT ataupun dari perangkat desanya.

“Setahu saya itu kandang dipakai untuk usaha bukan untuk tempat tinggal, ternyata malah dihuni oleh satu keluarga,” katanya.

Meski demikian, Suratmin mengajak kepada masyarakat Sadang Kulon supaya peduli lingkungan dan selalu koordinasi dengan pihak desa apabila menjumlai warga yang membutuhkan uluran bantuan.

“Kami terbuka untuk pengaduan tentang kesejahteraan, kesehatan masyarakat kami jadikan prioritas jangan sampai ada masyarakat tidur di kandang ayam lagi.
Inilah yang harus kami perbaiki agar masyarakat peduli pada tetangga atau lingkunganya,” tutupnya. (Wahyudin)

Tinggalkan Balasan