Permasalahan Galian C di Kemangkon Purbalingga, Warga Blokir Jalan Kabupaten

  • Whatsapp
Warga yang kesal lantaran jalan rusak akibat dilalui truk pengangkut hasil galian C, meletakkan pal tiang listrik di jalan yang rusak. (Foto : Tris / Portal Indonesia)

PURBALINGGA| portal-indonesia.com – Kesal lantaran beberapa kali komunikasi dan mediasi dengan berbagai pihak terkait namun tak membuahkan hasil, warga Desa Kemangkon, Kabupaten Purbalingga menutup akses jalan yang biasa dilalui dump truk pengangkut hasil galian C. Aksi penutupan tersebut dilakukan oleh warga sejak Minggu (20/12).

Pantauan Portal Indonesia, Rabu (23/12), suasana jalan kabupaten di Dusun 1 Desa Kemangkon tak seperti biasanya. Hanya ada sepeda motor dan beberapa mobil pribadi. Tak ada
truk muatan pasir yang melintas. Padahal, biasanya ada puluhan kali dump truk yang berlalu lalang melintasi jalan itu.

Bacaan Lainnya

Sepanjang jalan di kanan kiri ruas jalan terpampang puluhan spanduk, dengan berbagai tulisan curahan kekesalan warga. Ada drum dan bambu juga dipasang di tengah jalan. Bahkan, di wilayah RT 02 RW 02 ditemui tiang listrik yang dipasang melintang jalan.

Kondisi jalan dengan panjang sekitar 1 km itu memang rusak parah. Akan lebih membahayakan pengendara ketika kondisi hujan, atau basah. Video saat aksi pemblokiran juga viral di media sosial.

Kuswandi, salah satu warga setempat mengatakan, selama ini dump truck pengangkut galian C melawati wilayah mereka.

“Truk-truk yang mengangkut pasir lewatnya sini (Dusun 1, red). Soalnya kalau lewat desa sebelah tidak boleh oleh warga sana,” bebernya

Lokasi penambangan, ungkapnya, memang tidak masuk wilayah Dusun 1. Depot pasir ada di wilayah Dusun 2. Namun, untuk pengangkutan, melewati wilayah Dusun 1 yang ikut terdampak aktivitas tersebut.

Warga lainnya, Siti, yang berjuang mie ayam di tepi jalan rusak itu membenarkan kondisi kerusakan jalan saat ini. “Kalau sehabis hujan kaya kolam kubangan. Banyak pengendara yang jatuh terpeleset jika tidak hati-hati,” katanya.

Aksi pemblokiran jalan ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, November lalu, aksi serupa pernah dilakukan. Jalan ditutup warga untuk truk dump selama 12 hari. Hingga warga dan pengusaha Galian C akhirnya dimediasi oleh aparat Kepolisian dan pemerintah Kecamatan.

Terpisah, Kades Kemangkon Sarengat, AMR mengakui, adanya permasalahan galian C di desanya. Ada sejumlah warga yang protes kondisi jalan kabupaten yang melintasi desa mereka, rusak akibat aktivitas penambangan galian C.

“Kami sudah melakukan mediasi, bahkan selalu melibatkan forkompincam untuk melakukan mediasi. Namun, gejolak selalu muncul,” katanya.

Sementara itu, Camat Kemangkon Yuni Rahayu menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan mediasi bersama dengan warga, terkait galian C di Desa Kemangkon. Namun, selalu tak menemukan hasil akhir. Karena, saat mediasi warga yang datang selalu berganti.

“Permasalahan ini, juga sudah pernah maju ke Pjs Bupati (Sarwa Pramana). Perwakilan warga juga ikut menghadap Pjs Bupati Purbalingga bulan November lalu. Sudah ada omongan dari Pjs Bupati, kalau tahun 2021 ruas jalan yang rusak akan diperbaiki. Hal itu, sesuai dengan tuntutan warga saat itu,” pungkasnya. (trs)

Tinggalkan Balasan