Tak Miliki Identitas Kependudukan, Pasutri Ini Tinggal di Gubug Kecil Bersama Bayi yang Baru Dilahirkan

  • Whatsapp
Gubug berukuran 2 X 2 meter di Jatisari, Kebunen yang ditempati Kusaidi-Naresti bersama bayi mereka . (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia)

Sebuah gubug tak layak huni berukuran 2 x 2 meter tanpa kamar mandi dan WC berdiri di wilayah Dukuh Jati Salam, Kelurahan Jatisari, Kebumen, tepatnya di tepi sungai Krasak sebelah Perumahan Jatisari Indah. Gubug yang baru didirikan sekitar 4 bulan tersebut dihuni pasangan Kusaidi (43) dan Naresti (23) bersama seorang bayi laki-laki mungil yang belum lama dilahirkan.

KEBUMEN| portal-indonesia.com
Ditemui Portal Indonesia, Senin (21/12/2020), Kusaidi dan Naresti mengaku asli dari Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Mereka tinggal di gubug tepi sungai sekitar 4 bulan yang lalu. Persalinan bayi mereka bahkan melalui pertolongan dukun beranak lantaran pihak medis menolak terkait tidak adanya identitas kependudukan yang dimiliki keduanya.

Bacaan Lainnya

“Kami belum punya KTP, mas. Identitas kependudukan dari Cilacap juga sudah hilang lama,” kata Kusaidi yang berjualan angkringan di wilayah Klirong ini.

Sigit, Satpam Perumahan Jatisari Indah
membenarkan, bahwa orang tersebut tinggal selama 3 bulan lebih dan melahirkan bayi di gubug tepi sungai. Sedangkan untuk data kependudukan mereka hilang semuanya.

Di konfirmasi terpisah, Kepala Desa Jatisari, Muslihudin mengaku terkejut karena selama ini belum ada laporan dari warga ataupun Kadus dan RT setempat, terkait adanya warga masyarakat yang tinggal atau berdomisili di tepi sungai Krasak Jatisari.

“Kita akan segera tindak lanjuti, apa lagi disitu terdapat bayi yang baru berusia 20 hari kita akan cek kesehatannya dan mencoba koordinasi dengan pihak terkait,” kata Muslihudin. (Wahyudin)

Tinggalkan Balasan