Seorang EO di Sleman Palsukan Surat Izin

  • Whatsapp
Aparat Polsek Mlati tunjukkan surat izin yang dipalsukan. (Foto : R. Subardi / Portal Indonesia).

SLEMAN| Portal-Indonesia.com – Seorang lelaki berinisisl PR (41), pemilik even organizer (EO) olahraga nekat palsukan surat izin dari kepolisian untuk penyelenggaraan balap sepeda di Youth Center, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Minggu (20/12/2020). Karena ulahnya tersebut, kini warga Kalurahan Condongcatur, Kspanewon Depok, Sleman tersebut, kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Mlati, Sleman.

Aparat kepolisian juga mengamankan surat rekomendasi perijinan palsu, laptop, flasdis, gunting, botol lem dan berkas dokumen untuk pembuatan perijinan sebagai barang bukti (BB).

Bacaan Lainnya

Menurut Kanit Reskrim Polsek Mlati, Sleman, Iptu Noor Dwi Cahyanto, terungkapnya kasus ini berawal saat Intelkam Polsek Mlati mendapatkan informasi akan dilaksanakan balap sepeda BMX di Youth Center yang melibatkan banyak orang. Petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Saat berada di lokasi, Kanit Intelkam Polsek Mlati Iptu Pujiono curiga dengan surat rekomendasi perizinan Nomor : R/REK/308/XI/Yan.2.14/2020/Intelkam, tanggal 7 November 2020. Sebab saat pandemi kepolisian mulai bulan Maret 2020 tidak pernah mengeluarkan surat ijin kegiatan atau keramaian. Saat dicek ke Satuan Intelkam Polres Sleman, ternyata surat itu palsu.

“Karena merasa janggal kemudian mengubungi Sat Intelkam Polres Sleman dan ternyata tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi perijinan tersebut,” kata Dwi Cahyanto saat ungkap kasus, Senin (21/12/2020).

Dikatakan, surat itu dipalsukan agar event balap sepeda BMX yang akan ia adakan di Youth Center, Minggu (20/12) kemarin, bisa berjalan. Namun karena aksi tipu muslihat pelaku terungkap, maka agenda balap sepeda gagal dilakukan.

“Sudah ada 100 peserta yang mendaftar, biaya Rp 200 ribu per orang. Tapi batal dilakukan karena memang tidak ada ijin dari polisi,” ucapnya.

Dwi menjelaskan dari hasil pemeriksaan, pelaku ini sudah sering mengadakan event olahraga. Namun selama pandemi belum pernah satu kali pun mengadakan kegiatan, karena tidak mengantongi izin keramaian.

Berbekal surat rekomendasi tahun sebelumnya, pelaku ini berinisiatif untuk membuat surat izin keramaian palsu agar seolah sama dengan yang dikeluarkan polisi. Pelaku kemudian mengganti tanggal dan waktu acara.

“Tahun 2019, pelaku pernah membuat ijin event serupa. Tapi karena tahun ini tidak boleh ada kegiatan, pelaku merekayasa surat rekomendasi izin,” tandasnya.

Dengan demikian, seolah-olah surat rekomendasi izin itu diterbitkan oleh Satuan Intelkam Polres Sleman terbitan 7 November 2020. Padahal sejak pandemi COVID-19, kepolisian belum pernah mengeluarkan surat izin keramaian. Ia mendirikan EO sejak 2015.

“Atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara,” terangnya.

Kepada petugas tersangka mengaku nekat melakukan perbuatan itu karena terdesak kebutuhan hidup. Sebab sejak pandemi tidak ada pemasukan, karena kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan keramaian di larang. Sehingga membuat surat izin rekomendasi palsu gar bisa menyelenggarakan kegiatan balap sepeda BMX di Youth Center.

“Saya tulang punggung keluarga harus ada pemasukan untuk biaya hidup,” akunya. (Brd)

Tinggalkan Balasan