Pameran Lukis Karya Keluarga di Tiga Roepa Galeri Yogyakarta

  • Whatsapp

Pameran lukis karya keluarga di Tiga Roepa Galeri dan Kafe Yogyakarta. (Istimewa)


YGYAKARTA | portal-indonesia.com – Sejak mulai diperkenalkan ke publik sebagai sebuah galeri dan kafe, Tiga Roepa mendedikasikan ruangnya bagi para pencinta dan pelaku seni budaya, untuk mereka memamerkan karya-karyanya.

Bacaan Lainnya

Diawali dengan pameran lukisan tunggal mendiang pelukis wanita Indonesia Ida Hadjar, yang merupakan Ibu dari Dennis Yapsir– pemiliki Tiga Roepa Galeri dan Kafe Yogyakarta pada Juni 2020 lalu. Hingga kini galeri itu telah menggelar lebih kurang tujuh kali pameran. Dan pada 20 – 30 November 2020 ini, Tiga Roepa Galeri & Kafe kembali menggelar pameran mengusung tema “Roepa Keluarga, Family Art Exhibition”.

Pameran kali ini bisa disebut istimewa karena bukan pameran tunggal maupun pameran bersama para pelaku seni dan budaya ternama. Sesuai tema diusung, pameran kali ini merupakan pameran karya keluarga. Adalah Niken Sarwosih (ibu rumah tangga) beserta dengan keempat anaknya, Nindya Devita, Nissa Larasati, Syania Shabrina dan Fadhlih Y. Ramadhan. Karya mereka dituangkan di atas kanvas dalam berbagai ukuran, kombinasi cat minyak dan akrilik.

Sehingga menampilkan dan mengekspresikan jiwa polos anak-anak yang merdeka, hingga goresan remaja dan dewasa tentang keindahan flora, perilaku satwa dan fauna.

Pelukis Ida Hadjar telah membuahkan energi dan semangat bagi anak-anak yang tinggal di seberang jalan, di depan rumahnya. “Mereka tidak hanya mengenal seni lukis, tetapi Ida Hadjar telah membuat mereka merdeka jiwanya,” tutur Dyan Anggraini, seorang pelukis saat menuliskan pengantarnya dalam pameran tersebut.

Pelukis Niken mengatakan, sebagian karya yang dipamerkan dilukis pada saat masih duduk di bangku TK dan SD. Sedangkan karyanya sendiri dibuat beberapa tahun terakhir, setelah anak-anaknya menginjak dewasa.

Menyaksikan pameran ini, pengunjung seolah diajak  menikmati jejak perjalanan seorang ibu dalam mendampingi anak-anaknya bertumbuh. Karya anak-anak menggambarkan aktivitas ibu yang terdokumentasikan di atas kanvas hingga aneka media lainnya,  seperti tampah bambu.

Bukan teknik lukis yang perlu disimak, melainkan semangat perhatian seorang Ibu dalam menyediakan ruang, waktu dan diri seutuhnya bagi jiwa anak-anaknya. “Kami hanya menyediakan kanvas dan cat, selebihnya anak-anak sendiri yang mencurahkan pikiran, perasaan dan ekspresinya” tutur Niken. (bams)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan