Poke-e Dalam Politik dan Pemerintahan

  • Whatsapp

Penulis, Muhamad Fajar Pramono, Dosen Universitas Darussalam Gontor Ponorogo. 

Pokok e itu menutup pintu dialog. Tidak mau mendengar apa kata orang.

Bacaan Lainnya

Sikap tersebut itu kalo berkuasa berbahaya, baik untuk dirinya dan orang lain.

Dengan sikap pokok e akan melahirkan sikap ABS (asal bapak senang) atau sikap berkhianat. Baik didepan, tapi menusuk dari belakang. Split of personility, kepribadian yang terbelah. Biasa dimiliki orang yang tidak punya karakter/ tidak punya kepribadian/ kepribadian lemah.
Dan jika berkhianat atau ABS siapa yang dirugikan. kalo bukan penguasa yang bersikap pokok e ?

Sedangkan bahaya bagi orang lain melahirkan sikap masa bodoh, apatisme, membebek disatu sisi dan disisi lain akan melahirkan sikap ekstremisme, radikalisme dan sejenisnya sebagai anti-tesis sikap pokok e. atau dalam terminologi disebut sikap otoriter.

Jadi sikap masa bodoh, apatisme, ekstremisme, radikalisme dan sejenisnya melekat dan tumbuh subur pada penguasa yang otoriter.

Dalam batas-batas tertentu jika itu melekat pada penguasa bisa dimengerti. Karena punya segalanya, termasuk alat memaksa. Maka kualitas seseorang itu akan terlihat ketika berkuasa. Ketika penguasa memaksa itu memang sudah melekat dalam dirinya (authoritas). Apalagi menghadapi masyarakat yang tidak bisa diajak dialog atau diajak ngomong baik-baik.

Tapi untuk bersikap memaksa ada lembaga kontrol dan pengawas (legislatif dan yudikatif). Tidak semau sendiri (semau gue) di alam demokrasi.

Namun jika penguasa mengedepankan dialog dan langkah-langkah persuatif serta mau mendengar itu akhlaq penguasa.

Namun sikap pokok e jika dimiliki orang yg tidak atau ingin berkuasa. Betapa gelapnya masa depan bangsaku.

Tinggalkan Balasan