Diduga Jual Bantuan Hand Traktor, Oknum Ketua Poktan Desa Langkap Terancam Dilaporkan LBH Cakra

  • Whatsapp

SITUBONDO | portal-indonesia.com – Mendapat pengaduan dari warga terkait bantuan alat mesin pertanian (alsintan) jenis hand traktor untuk petani Desa Langkap Kecamatan Besuki yang diduga dijual oknum ketua poktan, tim dari LBH Cakra DPC Situbondo melakukan penelusuran dilapangan.

Berdasarkarkan hasil penelusuran tim, bantuan alsintan untuk petani Desa Langkap tersebut diketahui diterima ketua poktan yang bernama Dahlan pada tahun 2017 lalu.

Bacaan Lainnya

Namun saat ditanya keberadaan hand traktor, Dahlan bersikukuh bahwa bantuan hand traktor tersebut ada dan tidak dijualnya.

“Ada, tidak dijual mas. Handtraktor saya titipkan di Paiton di rumah saudara,” kata Dahlan saat ditemui portal-indonesia.com di rumahnya.

Dari hasil penelusuran selanjutnya, hand traktor itu sudah tidak berada di luar kabupaten lagi, tapi berada di tetangga desa.

“Iya mas saya mendapatkan bantuan hand traktor tahun 2017 dan tidak dijual. Mulai dulu hand traktor tersebut saya pekerjakan ke luar daerah (Paiton) dan sekarang sudah dipindah ke Desa Widoro Payung mas, tepatnya hand traktor tersebut sekarang dipekerjakan ke Pak So warga Desa Widoro Payung. Saya mengambil setoran,” beber Dahlan.

Ironisnya, Dahlan tidak bisa menunjukkan catatan atau laporan keuangan bukti setoran hasil dari hand traktor tersebut.

“Tidak ada mas, tidak pernah saya bukukan, dalam rapat kelompok juga tidak pernah kelompok menanyakan itu mas,” ungkap Dahlan.

Ditempat terpisah, Pak So Warga Widoro Payung bersama keluarganya tampak terkejut saat dikonfirmasi terkait hand traktor yang dipegangnya adalah sebagai bentuk titipan dari Dahlan untuk dikelola Pak So.

Pak So mengatakan bahwa dirinya tidak pernah bekerja pada Dahlan dan hand traktor tersebut bukan titipan atau pun untuk dikelolanya.

“Handtraktor itu saya beli dari pak Dahlan mas, harganya Rp 16,5 juta (enam belas juta lima ratus rupiah) dan mesin yang ada di daerah Paiton Probolinggo itu sudah dibawa oleh saya sama Dahlan ke sini (Widoro Payung),” ungkap Pak So.

Diceritakan, sebelum membeli hand traktor tersebut, ia (Pak So) terlebih dahulu menanyakan terkait hand traktor dan ia (Pak So) mempertegas bahwa dirinya tidak akan membeli hand traktor bantuan.

“Saya dari awal mas sudah menanyakan ke pak Dahlan dan saya tidak akan membeli handtraktor bantuan. Namun semua meyakinkan saya, kalau mesin tersebut milik pribadi,” beber Pak So.

Kabar terkait bantuan hand traktor yang dibeli Pak So, akhirnya terdengar oleh kepala desa setempat.

Selanjutnya kepala desa serempat menanyakan ke Pak So terkait pembelian mesin hand traktor.

“Saya ditelfon oleh Kades Widoro Payung dan menanyakan ke saya soal pembelian mesin tersebut dan saya jawab: “iya kang saya beli melalui Dahlan ketua Kelompok Tani dari Desa Langkap,” tandasnya.

Merasa curiga dan tidak lega, Pak So pun memutuskan ke rumahnya Dahlan di Desa Langkap untuk menanyakan dan minta pertanggung jawabannya.

Menurut keterangan Pak So, dirinya disuruh oleh Dahlan untuk mengaku bahwa mesin hand traktor itu tersebut miliknya Dahlan.

“Mesin yang saya beli itu disuruh akui milik dia (Dahlan-red) kalau ada yang menanyakan,” ungkap Pak So dengan polos.

Setelah melakukan investigasi dan mengumpulkan informasi tentang dugaan hand traktor itu dijual, pihak LBH Cakra akan terus menindak lanjuti persoalan tersebut.

“Apalagi ini menyangkut bantuan Pemerintah yang seharusnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani Desa Langkap. Bukan untuk memperkaya diri. Menejemen kelompok tani itu amburadul. Yang jelas, ini ada indikasi memperkaya diri,” kata Ketua DPC Situbondo Nur Yasin didampingi Ketua Harian LBH Cakra Ari SA, saat di kantornya, Sabtu (21/11/2020)

Tak hanya itu, LBH Cakra DPC Situbondo juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Untuk pelaporan ke aparat penegak hukum sudah kita siapkan. Insyaallah pekan depan ini sudah kita kirim,” tegas Nur Yasin. (Rahman)

Tinggalkan Balasan