Petani DIY Pun Mengeluh Sulitnya Peroleh Pupuk Bersubsidi

  • Whatsapp
Ketua Pansus Pengawasan Alokasi Pupuk Bersubsidi DPRD DIY, Danang Wahyu Broto diapit pembicara lainnya. (Foto : Bambang. S / Portal Indonesia)

YOGYAKARTA | portal-indonesia.com – Para petani di DI Yogyakarta (DIY) mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Salah satu penyebabnya belum semua petani  memperoleh kartu tani untuk pembelian pupuk bersubsidi tersebut.

Keluhan petani mendapatkan pupuk bersubsidi itu direspon DPRD DIY dengan membentuk Pansus Pengawasan Alokasi Pupuk Bersubsidi, diketuai Danang Wahyu Broto.

Bacaan Lainnya

“Masalah kelangkaan pupuk seperti sekarang ini harus ada campur tangan dari Pemda DIY. Pemda harus sigap dan memberi solusi,” kata Danang dalam diskusi bertema Strategi Mengatasi Kelangkaan Pupuk di DIY di DPRD Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (20/11/2020).

Tampil pula berbicara Dekan Fakultas Pertanian UGM Dr Jamhari, Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Syam Arjayanti, perwakilan petani Gapoktan Sumber Harapan Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul, Sujito dan Gapoktan Sidomulyo Intan Berseri Bantul, Sumarji.

Baik petani Sujito maupun Sumarji mengaku sulitnya mendapatkan pupuk. Kalaupun ada harganya mahal,  hampir tiga kali lipat. Dari seharusnya Rp 1800 perKg menjadi Rp 6000 perKg. Itupun dibatasi tiga bungkus saja.

“Sehingga kami terpaksa cuma pakai pupuk dari kotoran hewan. Pertangahan Desember nanti kami mulai masa tanam. Kalau tidak ada pupuk, nanti nasib petani gimana?” tanya Sumarji berkeluh.

Ketua Pansus, Danang mengatakan dari pengecekan di lapangan pupuk bersubsidi tersebut barangnya ada. Namun sebagian petani terkendala memperoleh kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Ini karena mereka tidak masuk dalam kelompok tani. (bams)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan