Perkara Ijazah Palsu yang Menyeret Mantan Anggota DPRD Probolinggo Kian Terang 

  • Whatsapp

Hosnan Taufiq, Kuasa Hukum Terkadwa Markus. 


PROBOLONGGO | portal-indonesia.com – Sidang lanjutan terdakwa Markus terkait kasus ijazah palsu yang menyeret Abdul Kadir mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, digelar secara virtual Senin 16 November 2020 di Pengadilan Negeri Kraksaan Probolinggo.

Bacaan Lainnya

Dalam sidang tersebut, JPU (jaksa penuntut umum) mendatangkan tiga orang saksi, yakni Haji Saudi Hasyim (pelapor), Saiful Bahri (tenaga honorer Dispendik Kabupaten Probolinggo), dan Fathur Razi (Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo).

Haji Saudi Hasyim dalam persidangan tersebut meyebutkan bahwa, Jon Junaedi dan seorang temannya tersangka Abdul Rasyid yang saat ini sudah ditetapkan DPO oleh pihak Polres Probolinggo, datang dan memesan paket ijazah paket C milik Abdul Kadir kepada terdakwa Markus.

Menurut Haji Saudi Hasyim, keterangan itu didapat dari Abdul Kadir pada saat datang ke rumah Haji Saudi, kemudian oleh Saudi di konfirmasi kepada kepada Jon Junaedi, dan kepada Haji Saudi, Jon Junaedi membenarkan semua apa yang di sampaikan oleh Abdul Kadir kepada Sakai Saudi.

Hal senada disampaikan Humas Kejaksaan Negeri Kraksaan Daniar Rasyid Setya Wardhana. Namun menurutnya, dari para saksi itu nantinya bisa ditulis pada tuntutan dan putusan perkara.

“Namun sejauh ini, meskipun kesaksaian dari saksi Saudi mengarah kepada Jon Junaedi, jika masih belum ada putusan atau alat bukti lain yang kuat, pihaknya tetap menerapkan azaz praduga tidak bersalah,” ungkapnya kepada awak media.

Sementara itu, Hosnan Taufiq Kuasa Hukum Markus mengatakan bahwa, dengan persaksian yang disampaikan oleh saksi Saudi semakin memperkuat keterlibatan Jon Junaedi di dalam perkara kasua ijazah palsu ini.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan