17 Sekolah di Purworejo Diajari Bela Negara

  • Whatsapp
Para siswa perwakilan dari 17 sekolah di Purworejo mengikuti pelatihan bela negara di halaman Makodim 0708/ Purworejo. (Foto : M. Fauzi / Portal Indonesia).

PURWOREJO | Portal-Indonesia.com – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbagpol) Kabupaten Purworejo berkerja sama dengan Kodim 0708/ Purworejo menyelenggarakan pelatihan bela negara kepada 100 siswa siswi dari 17 Sekolah Menegah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kabupaten Purworejo.Kegiatan di laksanakan di komplek Makodim Jalan Urip Sumoharjo Nomor 12,Purworejo, Kamis.(19/11).

Kegiatan di awali dengan upacara pembukaan dengan inspektur upacara Komandan Kodim 0708/Purworejo Letkol Infanteri Lukman Hakim S.Sos.,M.Si.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam upacara Kepala Kesbangpol Bambang Sadyo Hastono, perwakilan guru peserta, perwira staf Kodim dan perwakilan Danramil.

Dandim Purworejo Letkol Infanteri Lukman Hakim menyampaikan pelaksanaan pelatihan bela negara merupakan bentuk wujud kepedulian Kodim dan Kesbangpol terhadap generasi penerus untuk membangkitkan kembali cinta terhadap tanah air dan bangsa .

“Kita tumbuhkan kembali rasa cinta kepada bangsa dan negara yang aplikasinya dalam kegiatan sehari hari semua terlibat, berprestasi dalam bidangnya merupakan bagian dari bela negara,”ungkapnya.

Lebih lanjut Dandim mengatakan dalam pelaksanaannya, peserta akan menerima materi bela negara dan praktik di lapangan berupa baris berbaris dengan pelatih dari anggota Kodim.Dalam pelaksanaan kegiatan, terus mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker,memcuci tangan dan membantasi peserta latihan.

“Saya berharap kedepanya kita akan mempunyai pemuda pengawal masa depan bangsa yang betul betul siap untuk menerima tantangan tugas yang membutuhkan fisik dan mental yang kuat, ” imbuhnya.

Menurut Dandim, bela negara menjadikan generasi muda peka terhadap disintegrasi dan usaha menjamin kepentingan nasional.Di ranah global, ini semua dihadapkan dengan kondisi bangsa yang mengalami berbagai krisis multi dimensi,dan para generasi penerus harus bisa membentengi diri untuk mencegah disintegrasi bangsa.

“Negara Republik Indonesia mempunyai keragaman budaya dan suku. Jangan gara – gara ego sektoral nafas kita terkoyak,” pungkasnya. (Fauzi)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan