Tergenang Banjir, Jalan Nasional Banyumas Timur Macet 5 Jam

  • Whatsapp
Banjir yang merendam ruas jalan nasional Buntu – Sumpiuh menyebabkan kemacetan sekitar 3 kilometer, selama kurang lebih 5 jam.

BANYUMAS | Portal-Indonesia.com – Banjir melanda sejumlah desa di wilayah Banyumas timur, yakni Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh dan Tambak, Selasa (17/11). Bencana alam ini terjadi usai hujan lebat mengguyur wilayah Banyumas sejak Senin (16/11) malam hingga Selasa (17/11) dini hari.

Di tiga kecamatan tersebut, banjir dilaporkan merendam sejumlah desa. Selain itu sempat melumpuhkan jalur selatan Purwokerto arah Yogyakarta hingga lima jam.

Bacaan Lainnya

Pasalnya ketinggian air yang menggenangi ruas jalan nasional mencapai hampir 1 meter, sehingga sangat sulit dilakui kendaraan roda dua dan mobil kecil. Hanya kendaraan tinggi yang berani lewat, namun pelan-pelan.

Petugas kemudian mengalihkan ke jalur selatan-selatan lewat Kroya, Nusawungu dan Binangun Kabupaten Cilacap.

“Banjir di wilayah Kemranjen mulai masuk ke jalan raya mulai pukul 03.00, akibat luapan Sungai Tipar yang mulai pendangkalan, dengan ketinggian di jalur selatan sampai setengah meter. Terjadi mulai dari Desa Kedungpring sampai Kebarongan,” kata Camat Kemrajen, Dwi Irawan, saat dikonfirmasi Selasa (17/11).

Akibat banjir yang menggenangi ruas jalan nasional Banyumas – Jogjakarta tersebut, arus lalu lintas dari arah Kecamatan Kemranjen menuju Kecamatan Sumpiuh menjadi tersendat. Terlihat kemacetan sepanjang 3km.

Agus (38) warga Desa Sumpiuh, mengatakan, air menggenang sejak turun hujan hingga pagi hari. Sejumlah kendaraan bermotor harus memutar arah dan mencari jalur alternatif agar dapat melewati banjir.

“Motor tidak bisa lewat karena dalamnya bisa sampai 1 meter, mobil kecil saja susah lewatnya. Apalagi truk terpaksa harus menunggu di kemacetan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengemudi truk, Tanto (45) asal Karanglewas, Banyumas mengatakan jika dia sempat terjebak kemacetan selama hampir 3 jam di jalur yang banjir itu. Tadi pas macet tidak bisa maju dan mundur. Ya gimana lagi namanya bencana kita ga tahu akan terjadi,” Ujarnya. (trs)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan