Pelaku Usaha Masih Bingung Konsep Heritage Kayutangan

  • Whatsapp

KOTA MALANG | portal-indonesia.com – Proyek pembangunan koridor kayutangan masih saja meninggalkan permasalahan. Mulai dari kemacetan luar biasa di beberapa titik, sosialisasi yang kurang pada warga dan pelaku usaha yang terdampak langsung proyek ini. Sekarang muncul pertanyaan dari DPRD Kota Malang yang mengharuskan pemkot Malang menjelaskan konsep pembangunan koridor heritage Kayutangan. Selasa ( 17/11/2020 )

Dari penelusuran portal-indonesia.com di beberapa pemilik pelaku usaha di jl. Basuki Rahmat ( Kayutangan ), dimana saat ini jalan raya di depan tempat usaha mereka di tutup total. Penutupan jalan Kayutangan diperkirakan sampai 20 Desember 2020 Atau kurang lebih masih 1 bulan kedepan. Tampak jalan raya di kawasan Kayutangan lengang, hanya satu dua motor dan mobil saja yang lewati jalan tersebut. Bahkan terlihat anak – anak bebas bermain di jalan raya yang di tutup total tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut pemilik salah satu toko yang bisa diwawancarai menuturkan ” pendapatan kami merosot 90% sejak Jl. Kayutangan ini ditutup total, sudah sepekan ini pembeli bisa di hitung dengan jari. Sedangkan saya mempunyai 4 karyawan yang harus di gaji, sekarang ini kami cuma bisa berpikir bagaimana bertahan sampai tanggal 20 Desember 2020. Hingga kini saya masih bingung dan belum tahu konsep pembangunan koridor kayutangan heritage ini. Yang saya tau katanya mau dibuat seperti malioboro di Jogjakarta, dan sampai dengan saat ini kami belum pernah diajak pertemuan khusus membicarakan konsep proyek ini dari pihak terkait. Jadi sekarang saya dan mayoritas pelaku usaha di Kayutangan ini hanya bisa pasrah.” ucapnya lirih.

Senada apa yang dikatakan pemilik toko pakaian yang juga berada di Jl. Kayutangan mengatakan ” sebenarnya kami setuju saja jika proyek ini nantinya bisa membuat kawasan Kayutangan ini ramai. Akan tetapi saya menyayangkan dengan proses dan dampak dari pembangunan koridor Kayutangan heritage ini. Kurangnya sosialisasi dan penutupan total Jl.Kayutangan menjadikan saya bertanya – tanya, bagaimana konsep proyek ini pun saya masih belum tahu. Apalagi apakah adakah jaminan nantinya toko – toko dan pujasera di Kayutangan ini akan ramai atau tambah sepi saat proyek ini selesai.” pungkasnya seraya bertanya – tanya. ( Junaedi )

Tinggalkan Balasan