Dirazia, 33 PL di Banjarnegara Ikut SWAB dan Dipulangkan ke Daerah Asal

  • Whatsapp
Para Pemandul Lagu (PL) di Banjarnegara mendapatkan pembinaan Satpol PP Banjarnegara, Senin (16/11). (Foto : Anton Subekti / Portal Indonesia).

BANJARNEGARA | Portal-Indonesia.com – Sebanyak 33 Pemandu Lagu (PL) di Banjarnegara, Jawa Tengah dirazia Satpol PP Kabupaten Banjarnegara, Jum’at (13/11) malam kemarin.

Kepala Satpol PP Banjarnegara, Esti Widodo S.STP, M.Si saat dikonfirmasi Portal Indonesia, Senin (16/11) sore mengungkapkan pihaknya merazia 4 tempat karaoke, yaitu Kafe Starligh ( SL), DIVA, The Max, dan LIVE. Pada Jumat 13 November 2020 sekitar pukul 20.30 WIB.

Bacaan Lainnya

“Dari ke empat kafe tersebut kedapatan dua tempat karaoke yang sedang beroperasi, yaitu kafe SL dan DIVA, kami mengamankan 33 pemandu lagu yang sedang bekerja di kafe tersebut,” terang Esti Widodo.

Di lokasi tersebut, lanjut Esti, juga didapati puluhan minuman keras dan langsung diamankan.

“Beberapa waktu lalu, ke empat kafe tersebut sudah kami tutup dan kami segel tidak boleh beroperasi kembali, terlebih 4 kafe tersebut juga tidak mengantongi ijin beroperasi. Tetapi ternyata pemilik kafe mengabaikan aturan dengan melakukan pengerusakan segel dan berdalih membersihkan ruangan dan perbaikan instalasi, ” Bebernya.

Ditambahkan bahwa selama ini mereka kucing kucingan membuka usaha karaoke dengan cara diam diam. Meski demikian Satpol PP tetap rutin melakukan sidak ternyata di tempat karaoke yang tidak berijim itu.

Esti menegaskan jika pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada pemilik kafe karena hal itu sudah merupakan tindak pidana yang melanggar hukum dan melanggar Perbup Nomor 26 Tahun 2020 tentang Perijinan Usaha Karaoeke.

Sementara itu sebanyak 33 pemandu lagu dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan dan test swab.

Heling Suhono, selaku bagian pembinaan menjelaskan kepada para pemandu lagu terkait gejala penyakit HIV AIDS dan penularanya. Oleh karena itu dia menghimbau kepada semua pekerja pemandu lagu harus benar benar memperhatikan kesehatan untuk menanggulangi mewabahnya HIV/ AIDS dan penyebaran Virus Covid-19 yang sedang dalam pantauan ketat.

Sebelum melakukan pembinaan, para PL itu di suruh untuk terlebih dahulu melakukan ibadah shalat ashar bagi yg beragama Islam dan melakukan shalat taubat.

“Tujuanya adalah supaya mereka bisa tenang dan bersih lahir dan batinya,” ujar Heling di sela sela melakukan pembinaan, Senin (16/11) sore.

Dari ke 33 PL yang terjaring kebanyakan mereka berasal dari luar Banjarnegara. “Setelah ini mereka akan di kembalikan ke daerahnya masing masing dan kami juga meminta kepada managemen atau pengelola PL agar bertanggung jawab untuk kepulangannya ke daerah asal dan kami juga akan terus melakukan penertiban dan akan bertindak tegas kepada siapa saja yang melakukan pelanggaran dan tindakan yang melanggar hukum,” Pungkasnya. (Anton S)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan