Wanita Pembobol Uang Nasabah BTPN Purwokerto Dibekuk

  • Whatsapp
Yul (kanan) terlapor kasus pembobolan bank diperiksa polisi.

PURWOKERTO | Portal-Indonesia.com – Yul (44) warga Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas dibekuk Satreskrim Polresta Banyumas. Wanita tersebut ditangkap lantaran membobol uang nasabah BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) Cabang Purwokerto, Kabupaten Banyumas yang mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka melalui Kasat Reskrim AKP Berry, Sabtu (14/11) malam mengungkapkan, anggotanya menangkap seorang perempuan Yul (44) di Wamena, Papua, pada Selasa (10/11).

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan dilaporkan ke Polresta Banyumas tanggal 4 Juni 2020 atas dugaan melakukan pembobolan uang nasabah BTPN Purwokerto,” ungkap Berry.

Ditambahkan, Yul adalah mantan karyawati BTPN Cabang Purwokerto. Kasus tersebut terjadi dalam kurun waktu Januari 2018 hingga April 2019 saat tersangka masih bekerja di Bagian Pemasaran BTPN Cabang Purwokerto.

Modusnya, Yul membujuk dan memproses sejumlah nasabah bank lain untuk melakukan take over ke BTPN Cabang Purwokerto

Setelah persyaratannya selesai diproses, pihak BTPN Purwokerto pun mengeluarkan uang kepada para nasabah barunya tersebut guna menutup pinjaman mereka yang ada di bank lain.

Namun pada saat para nasabah selesai menyetorkan uang itu ke rekeningnya masing-masing di bank lain, Yul mengarahkan mereka untuk menarik kembali uang yang telah masuk rekening tersebut.

“Yul meminta supaya uang yang telah disetorkan ke dalam rekening milik nasabah itu ditarik kembali. Waktunya kurang lebih 10 menit setelah uang itu disetorkan,” Imbun Kasat Reskrim.

Kemudian setelah uang itu berhasil ditarik, kata Berry, slip setoran nasabah beserta uangnya diminta oleh pelaku dengan alasan setoran kurang dan akan diurus kembali oleh Yul.

Kemudian tersangka melaporkan ke BPTN Purwokerto bahwa pinjaman nasabah di bank lain itu sudah dilunasi yang dibuktikan dengan slip setorannya, namun uangnya diambil alih oleh terlapor.

Sementara itu, BTPN Purwokerto berkeyakinan nasabah sudah selesai melakukan take over dan pinjamannya beralih ke PT Bank BTPN Tbk Cabang Purwokerto, namun ternyata agunannya masih berada di bank lain karena dilaporkan oleh Yul masih dalam proses, sehingga belum dapat keluar.

“Nasabah merasa dirugikan karena ternyata masih ada tagihan dari bank lain, sedangkan mereka juga harus membayar ke BTPN Purwokerto. Setelah kejadian itu ramai karena nasabah menagih ke tersangka, akhirnya perempuan itu mengundurkan diri dari pekerjaannya,” Jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, BTPN Cabang Purwokerto mengalami kerugian sebesar Rp 486.000.000 karena telah mengeluarkan uang kepada nasabah yang ternyata diambil-alih Yul dan harus tetap melakukan take over ke bank lain atas kesalahan karyawannya tersebut.

Hingga kemudian BTPN Cabang Purwokerto akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banyumas pada 4 Juni 2020 yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan Yul dan menangkap dia di Wamena.

Saat ini, lanjut Berry, Yuk di tahan beserta barang bukti satu bundel Laporan Indikasi Fraud PT Bank BTPN Tbk, Surat Keputusan Nomor 00208/ SK/ PKI 2013 tentang Pengangkatan Karyawan PT Bank BTPN Tbk, slip setoran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, slip setoran tunai Bank Bukopin Cabang Induk Purwokerto, serta slip setoran Bank Jateng Syariah.

Atas perbuatannya, Yul bakal dijerat pasal 49 ayat 1 huruf c UU Nomor 7/1992 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (KJ)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan