Ngola Pikir Dalam Forum Ruang Diskusi,Membedah Akar Persoalan Kayutangan Heritage

  • Whatsapp

MALANG RAYA |Portal-Indonesia.com,- Forum diskusi gayeng dengan suasana kekeluargaan berlangsung sederhana disebuah kedai kopi diarea jalan Gribik Kedungkandang pada hari Jumat Malam (13/11/2020)

Meski forum diskusi yang sederhana,namun terkesan istimewa.Karena para pembicara yang terlibat hadir adalah beberapa anggota dewan, akademisi,direktur BUMD ,tokoh masyarakat serta ada pentolan ormas dari kelompok Barisan Gus Dur.

Bacaan Lainnya

Sebut saja beberapa anggota dewan yang hadir,Ketua DPRD Kota Malang.I Made Rian Diana Kartika.Harvard dari PDIP,kemudian Arif Wahyudi dari PKB dan Jose Rizal dari PSI serta Loohk Mahfud dari PAN. Dari Akademisi ada Nurudin

Kemudian hadir pula Ketua DPD Golkar Kota Malang ,Sofyan Edi Jarwoko ,Ketua DPD PSI ,Ahmad Farid dan tokoh aktifis lawas ,Abah Slank juga Ketua Barisan Gus Dur, plus melengkapi dari tokoh Himpunan Penghayat Kepercayaan(HPK) kepada Tuhan Yang Maha Esa ,Hadi Prajoko dan Direktur BUMD Tugu Tirta, Muhklas serta tokoh masyarakat sekaligus pemilik tempat, akrab dengan sebutan Eko Jeep.

Dari pantauan awak portalindonesia.com. serta awak media lainnya dilokasi, suasana diskusi berlangsung gayeng, kekeluargaan dan natural ,mirip njagong ngopi di warung kaki lima,dan lebih afdol tanpa bantuan pengeras suara, dalam forum diskusi tersebut dialognya tetap bergantian mengalir namun kuat dalam fokus pada poin yang dibahas.

Tanpa moderatorpun,masing-masing pembicara sudah mampu mengukur waktu dari perihal yang disampaikan.

Sekalipun para pembicara yang hadir tersebut adalah para anggota dewan,atau kebetulan pejabat namun mereka hadir justru mewakili dirinya sendiri sekaligus orang partai yang khusus menyerap aspirasi warga secara umum.

“NGOPI (Ngolah Pikir) dalam Forum diskusi yang dihelat oleh GWN Pengagaduan malam itu, sesungguhnya merupakan handarbeni(kepedulian) warga tentang persoalan hangat yang dialami dan terjadi di kota Malang,yakni proses pembangunan Kayutangan Heritage yang kian jadi polemik,karena berdampak pada waktu-kemacetan dan psikologi ekonomi warga disekitar lokasi yang terimbas.”ujar Eko Jeep, pemilik tempat pada portal-indonesia.com,Sabtu (14/11/2020)

“Dari dampak proses pembangunan tersebut,maka forum diskusi berkembang pada penggunaan anggarannya selain legitasi dan batas waktu pelaksanaan.”tambah Eko

Dari analisis persoalan pembangunan Kayutangan Heritage,didapat satu kesimpulan,bahwa resistensinya timbul akibat kurangnya keterbukaan dan kurang maksimalnya sosialisasi dari pihak eksekutif,sehingga warga kota dipusingkan dengan banyaknya penutupan jalur dan pengalian lalulintas.Termasuk soal konsep penataan Kayutangan Heritage sesungguhnya, dan asal dana juga jumlah kisaran anggaranya.

Maka kesimpulan dan solusinya,disepakati oleh semua yang hadir agar persoalan diatas (aspirasi) secepatnya disampaikan kepada pihak legeslatif secara formal prosedural.Dan pihak legeslatif akan menindaklanjuti sesuai kewenangan dan fungsinya sebagai perwakilan rakyat.

“Mengenai perihal poin-poin dialog dalam forum diskusi tersebut,bisa disimak lebih lanjut hasil notulensinya dalam format PDF terlampir yang diviralkan dimedsos.” pungkas Eko Jeep penghobi adventurer.

Tinggalkan Balasan