Dampak Covid 19, Garden Flower Purbalingga Mangkrak

  • Whatsapp
Obyek wisata Garden Flower Purbalingga. (Foto : Dariyanto / Portal Indonesia)

PURBALINGGA I Portal-Indonesia.com – Dampak dari wabah covid-19 mengakibatkan sejumlah obyek wisata di area Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah mengalami penurunan omset. Bahkan ada taman bunga yang terpaksa tutup alias mangkrak. Seperti yang terjadi pada obyek wisata taman bunga (Garden Flowerl), hingga sampai ini masih tutup.

Informasi yang dihimpun Portal Indonesia, taman bunga tersebut sedang berbenah untuk pengembangan menjadi lebih mempesona. Disamping taman bunga (Garden Flower), ternyata ada taman bunga (Rainbow Flower) dengan kepemilikan yang berbeda.

Bacaan Lainnya

Menurut Sugeng pengelola Rainbow flower yang sudah berjalan sejak 2 tahun lalu ini juga mengalami penurunan pendapatan yang drastis karena dampak Covid 19.

”Dulu sebelum corona pendapatan kami mencapai Rp 50 juta lebih, sekarang paling Rp 10 juta, bahkan sempat di tutup,” kata Sugeng saat ditemui Sabtu (14/11).

Menurut Sugeng dalam pengelolaanya di Rainbow Flowerl tersebut mampu menampung pedagang sayur mencapai 26 orang yang tidak pernah memungut restribusi meski berada di area Taman Bunga.

“Kami tidak menarik restribusi untuk pemberdayaan warga sekitar Taman Bunga,” katanya.

Selain itu Sugeng juga harus mampu mengelola managemen pemasaran secara baik, penerapan disiplin karyawan sebanyak 13 orang serta pengelolaan taman secara baik untuk daya tarik wisatawan.

“Kami beli bunga asal Bandung, dan harus kreatif menata taman bunga agar kelihatan indah,” Kata Sugeng alias Paicong panggilan akrabnya.

Wisatawan lokal kebanyakan dari area Pantura seperti Pekalongan, tegal, Slawi, Kebumen, cilacap dan semarang. Bahkan pihak Taman Bunga juga bekerja sama dengan siswa dengan menawarkan paket untuk edukasi pertanian, naik odong odong , makan siang, dan pulang setiap anak diberi oleh oleh sayuran komplit.

Lahan Taman Bunga sekitar 1,5 H ini juga akan diperluas areanya yakni tambah sekitar 1 Hektare lagi untuk arena permaninan anak anak.

Menurut pemilik taman bunga, Slamet , pihaknya telah investasi milyaran dalam pengembangan Taman Bunga.

“Bisnis ini akan tetap dijalankan, karena Kutabawa adalah identik dengan taman bunga,” kata Slamet.(DAR)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan