Mengenal Sosok Zaitun Mahera, Santriwati Asal Bireuen Ini Akan Luncurkan Buku Perdananya

  • Whatsapp

Zaitun Ananda Mahera. 


BIREUEN | portal-indonesia.com – Setiap orang memiliki keahlian, minat dan bakatnya masing-masing, terkadang mereka sering menyalurkan minat tersebut dengan berekspresi dalam berbagai hal. Begitu pula yang dilakukan Zaitun Ananda Mahira, santriwati sekaligus tenaga pendidik pengajian di salah satu Dayah yang berada di Kabupaten Bireuen.

Bacaan Lainnya

Zaitun (panggilan akrabnya), adalah gadis kelahiran Bireuen 23 tahun lalu, anak ke 2 dari pasangan Bapak Sulaiman dan Ibu Juliani. Anak ke-2 dari 6 bersaudara ini memiliki saudara kembar bernama Aufar Rian.

Wanita yang dikenal kerja keras, disiplin dan aktif di organisasi ini, terus berusaha menulis setiap Hikayat dan Puisi agar tulisannya tersebut dapat menjadi motivasi bagi banyak orang.

Berkat usaha kerasnya, wanita yang saat ini menjabat sebagai Ketua Akhwat Mujahidah di Bireuen tersebut berhasil menulis satu buku dengan judul “Pemuda Shaleh, Hikayat dan Puisi Motivasi”. Bahkan, buku edisi pertamanya ini telah siap dicetak.

Ia berharap dengan karyanya itu, dapat memberikan setitik cahaya semangat bagi para pembacanya. Berulang kali gagal, berulang kali pula ia terus mencoba.

“Alhamdulillah buku karang Hikayat dan Puisi Motivasi (PEMUDA SHALEH) ini telah selesai dicetak dan sudah mulai dapat pasarkan. Semoga ini bermanfaat bagi para pembaca, mendapatkan manfaat dan motivasi dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Bagi yang berminat dan ingin memiliki buku ini nantinya bisa dapat memesannya kepada kami,” ucap Zaitun.

Disinggung terkait kiprahnya di organisasi, Zaitun mengatakan bahwa hidup berorganisasi sangat dibutuhkan, terutama organisasi yang menyangkut kemasyarakatan agar dapat membangun komunikasi dan solidaritas seperti yang diharapkan. “Dalam hidup ini pasti kita saling membutuhkan satu dengan yang lainnya,” tutur Zaitun.

Zaitun juga beharap, kedepannya akan lebih banyak generasi-generasi muda terutama dari kalangan kaum Hawa yang dapat menginspirasi dunia sesuai bidang dan profesinya masing-masing, serta memiliki karakter kepemimpinan yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan fiera moderenisasi ini.

”Hidup bukanlah sebatas hidup, namun hidup harus berarti dan bermanfaat bagi agama dan masyarakat di sekeliling kita,” kata Zaitun Ananda Mahira. (*)

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan