Sekda Tinjau Kampung Terdampak Banjir di Blang Ara dan Waq Pondok Sayur

  • Whatsapp

Sekda Drs. Haili Yoga, M.Si bersama anggota DPRK Yuzmuha saat meninjau langsung tempat kejadian (Photo. Istimewa).


BENER MERIAH | portal-indonesia.com – Intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Bener Meriah menyebabkan pemukiman disejumlah Kampung tergenang air bercampur lumpur.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dialami warga di Kampung Blang Ara dan Kampung Waq Pondok Sayur Kecamatan Bukit.

Saat musibah terjadi, air bercampur lumpur sempat meluber ke badan jalan hingga memasuki beberapa rumah warga setempat.

Pada Kamis (12/11) sore, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Haili Yoga, M.Si bersama anggota DPRK Yuzmuha meninjau langsung lokasi terdampak banjir tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Haili Yoga didampingi Yuzmuha, mengatakan, kejadian ini adalah akibat curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini dibeberapa titik dalam wilayah kabupaten Bener Meriah terutama di Kampung Blang Ara dan Kampung Waq Pondok Sayur. Guyuran hujan tersebut telah membuat genangan air meluber ke badan jalan dan merendam salah satu rumah warga.

“Kita lihat drainase atau parit tersumbat dipenuhi sampah sehingga aliran air menjadi tidak lancar. Ini diduga dari perilaku sebagian masyarakat kita yang masih saja membuang sampah ke saluran air, drainase atau selokan. Jangan membuang sampah ke parit atau drainase, karena dari situlah sumber pemicu bencana,” tegas Sekda dilokasi kejadian.

Menurut Sekda, pemahaman dan perilaku kalau sedang hujan cepat-cepat buang sampah ke parit mumpung airnya sedang deras, harus dibuang jauh-jauh dan prilaku seperti itu seharusnya dirubah.

“Kita meminta kepada warga, tolonglah terutama warga yang ada berada di hulu jangan membuang sampah sembarangan. Karena bisa menyumbat saluran air atau parit yang merupakan jalannya air. Kalau hujan deras akibatnya seperti ini, air meluber kejalan hingga masuk ke rumah warga,” ungkap Sekda Haili Yoga.

Ditambahkan Sekda, kondisi saluran air dikampung ini juga dinilai kurang memadai. Sehingga saat terjadi hujan deras, dampaknya saluran tersebut tidak mampu menampung debit air yang ada. Belum lagi adanya sumbatan sampah yang menumpuk dibeberapa tempat.

“Untuk mengantisipasi hal itu, kita sudah meminta pihak BPBD Bener Meriah untuk turun langsung. Pihak Damkar sendiri langsung merespon dengan menurunkan satu mobil Damkar untuk membersihkan badan jalan dan rumah warga yang tergenang air disertai lumpur, dan juga akan mengerahkan alat berat mini ke lokasi untuk pembersihan sampah dan kayu yang menghambat disaluran air,’’ jelasnya.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan