FKBB Bireuen Nilai Bupati Bireuen Ingkar Janji dengan Mahasiswa

  • Whatsapp

Saat aksi demo berlangsung.


BIREUEN l portal-indonesia.com – Meresa kecewa surat audensi tidak ada balasan dari Bupati Bireuen, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam FKBB (Forum Komunikasi BEM Bireuen) pada Kamis (12/11/2020) melakukan konvoi keliling kota sebagai aksi dalam bentuk demo.

Bacaan Lainnya

Dalam aksi tersebut, massa aksi membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan,” Bupati Semengeut, Dewan Tengeut. Dana Covid Hoe Neuba. Selain itu, mereka juga meminta Bupati Bireuen untuk tidak mengkhianati mahasiswa, dan dapat mewujudkan transparansi penggunaan uang rakyat.

“Bupati Bireuen dinilai telah mengkhianati mahasiswa terhadap janji Audensi yang telah diajukan kepadanya”, kata Koordinator Aksi, Muhammad Dian didampingi Ridha Zulfahmi dari Almuslim (Presiden Terpilih) Ina Ulhayya dari Kampus UNIKI dan Syibran Malasi, kepada awak media.

Dian mengatakan, surat Audensi telah disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dan telah diterima langsung Bupati Bireuen diruang kerjanya pada Selasa (11 November 2020) lalu.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Bupati menyetujui dan berjanji akan segera memberi jawaban (Surat Balasan) terkait tuntutan dalam surat Audensi yang telah dibaca seketika itu juga.

“Kami sangat kecewa dengan tingkah Bupati Bireuen yang terkesan mengkhianati dan sengaja mengabaikan janji Audensi. Mutu pendidikan kian menurun, Pengalokasian Dana Covid 19 yang di Tutup tutupi serta Realisasi Perbup no 35 Tahun 2020 (Prokes) menghabiskan uang rakyat milyaran Rupiah, kenyataan di lapangan semakin tidak jelas, Kata Muhammad Dian

Sementara Syibran Malasi Idris mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin (Bupati) itu harus bijaksana.

“Bupati Bireuen bek peu raja raja droe (Bupati Bireueun jangan meraja rajakan diri) karena tugas dan tanggung jawabnya untuk melayani masyarakat terhadap segala bentuk Aspirasi,” ujar Syibran Malasi Idris.

“Dikarenakan surat audensi yang kami ajukan diabaikan Bupati, hingga menggelar aksi mengelilingi sekitar kota Kabupaten sambil berorasi sebagai bentuk demo. Kami tidak memasuki pekarangan pusat pemerintahan yang telah dijaga ketat pasukan Anti huru hara gabungan TNI, Polri dan Satpol PP/WH Kabupaten Bireuen,” timpal Ridha Zulfahmi dari Almuslim (Wakil Presiden Terpilih)

Koordinator FKBB menambahkan, “Toh sia sia saja kami masuk, Bupatinya tidak berada di kantor. Terhitung aksi hari ini, Kamis (12/11) kami tidak membutuhkan lagi surat balasan dari Bupati. Kami akan kembali melakukan aksi dalam waktu terdekat bahkan kapan kapan saja, hingga tuntutan yang kami ajukan terpenuhi,” tegas koordinator FKBB saat berada di salah satu lokasi sekitar kantor Pemkab Bireuen.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan