Tertangkap Basah Tak Pakai Masker, Ratusan E-KTP Warga Wonosobo Disita

  • Whatsapp
Salah satu sanksi bagi warga yang tidak mengenakan masker di Wonosobo. (Foto : Yanto Saga / Portal Indonesia).

WONOSOBO | Portal-Indonesia.com – Kesadaran masyarakat mengenakan masker belum sepenuhnya diterapkan. Buktinya, petugas gabungan masih mendapati masyarakat yang tak mengenakan masker saat beraktifitas diluar rumah. Bahkan, petugas telah menahan ratusan E-KTP milik pelanggar saat menggelar razia di Jalan Kertek-Wonosobo masuk Tempelsari, Maduretno, Kecamatan Kalikajar pada Kamis (12/11/2020).

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Wonosobo, Hermawan Animoro mengatakan, angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Wonosobo belum menunjukan grafik menurun, sehingga razia penerapan protokol kesehatan masih gencar dilakukan. Terutama pemakaian masker.

Bacaan Lainnya

“Hasil razia hari ini masih ada warga yang tidak memakai masker. Bagi yang kedapatan tidak memakai masker disita E-KTP dan diberi sanksi push up bagi yang kita nilai mampu melakukannya,” katanya.

Menurutnya, razia yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten, Kodim 0707/Wonosobo dan Polres Wonosobo berhasil menyita sebanyak 115 E-KTP untuk kemudian dilakukan pembinaan. Menurutnya, pihaknya masih akan gencar melakukan razia prokes di seluruh wilayah Wonosobo.

“Kita berharap razia yang dilakukan petugas gabungan ini nantinya bisa mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan Prokes, terutama memakai masker saat diluar rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo, Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat mengungkapkan, razia ini dilakukan dalam rangka menyadarkan masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan jika keluar rumah khususnya menggunakan masker. Mengingat saat ini khususnya di Wonosobo, warga yang terpapar Covid-19 terus meningkat jumlahnya.

“Melihat hal tersebut maka perlu adanya kesadaran semua pihak agar mentaati protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak bila berkumpul dengan orang lain. Itu semua harus dilakukan terus menerus sebab virus tidak kelihatan. Selain itu, karena masih ada sebagian kecil orang yang belum percaya adanya Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut, dengan usaha bersama yang dilakukan secara masif untuk mendisiplinkan masyarakat, ia berharap masyarakat dapat terlindungi dari wabah pandemi mematikan ini. Dandim juga mengharapkan semua komponen masyarakat di Wonosobo ikut menyampaikan informasi yang edukatif, agar mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan demi kesehatan bersama.

“Masyarakat juga diharapkan tidak bosan dalam mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus corona di Wonosobo,” tegasnya. (YS)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan