Narasumber Hj. Yetti: Tak Baik Membandingkan Anak Kita dengan Anak Orang Lain

  • Whatsapp

Tak Baik Membandingkan Anak Kita dengan Anak Orang Lain

Hj. Yeti Oktarina Prana saat menjadi pembicara webinar (seminar lewat online) kelas orang tua berbagi Sumsel Episode 6 di Rumdis Wali Kota Lubuklinggau. (photo:istimewa)

Bacaan Lainnya


LUBUKLINGGAU l portalindonesia.com –  Bunda PAUD Kota Lubuklinggau, Hj. Yeti Oktarina Prana menjadi pembicara dalam seminar lewat online (webinar) kelas orang tua berbagi Sumatera Selatan Episode 6 secara zoom, di Rumah Dinas Wali Kota Lubuklinggau Kelurahan Petanang, Kamis (12/11/2020).

Kegiatan webinar dengan tema “Rumahku Sekolahku” ini, juga diisi oleh narasumber ahli, Ketua Ikatan Dokter PAUD Indonesia Dr Yesi Gusman, S.H.MBA, orang tua di TK IT Bina Ilmi Jakabaring Palembang Indah Putri Damar Yanti dan orang tua di TK AL ITTIFAQIAH Indralaya Ogan Ilir.

Dalam materinya, Hj. Yetti Oktarina Prana menyampaikan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan karakter anak usia dini selama belajar dari rumah “Rumahku Sekolahku”, dimana sebagai orang tua, harus terus belajar agar dapat mendidik anak, kita juga harus tahu usia tumbuh kembang anak dimana usia 0 sampai 6 tahun adalah usia tumbuh kembang anak.

Mendidik anak, sambung Hj.Yetti, dengan menumbuhkan karakter diusia dini melalui belajar dari rumah dimasa pandemi COVID-19, dimana pada masa pandemi COVID-19 orang tua punya banyak waktu untuk berkumpul, lebih dekat dan mengajari anak kita. Pada masa pandemi COVID-19, kakaknya juga bisa dekat dengan adiknya karena berkumpul dirumah.

Hj.Yetti Oktarina Prana menerangkan anak-anak mempunyai rasa ingin tahu, contoh kecilnya seperti anak-anak yang suka mencoret dinding rumah. “Kita sebagai orang tua haruslah memberikan arahan yang baik kepada anak agar anak tidak melakukan pencoretan terhadap dinding jangan memarahi anak,” ucapnya.

Ditambahkannya ada beberapa faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak, diantaranya faktor genetik dan lingkungan dimana semua orang tua ingin menjadikan anaknya menjadi lebih baik.

Maka dari itu, tidak boleh membandingkan anak dengan anak orang lain, anak juga bisa berkembang dengan melihat contoh dimana apabila anak melihat contoh yang baik anak akan menjadi baik dan apabila anak melihat contoh yang buruk anak akan menjadi buruk. “Atas dasar itulah kita harus ekstra hati-hati dan memperhatikan lingkungannya,” ingat dia.

Anak 0-4 tahun egonya tinggi, hal ini alami termasuk juga dalam tumbuh kembang anak dimana sebagai orang tua harus membimbing anak dengan baik.

“Anak-anak juga ada yang berfantasi, berimajinasi, jiwa berpetualang dan susah menanggapi suatu hal. Ini merupakan tugas kita untuk mendampingi dan mengajari anak agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan