Edaran Surat Pernyataan Bermaterai Pembelajaran Tatap Muka Jadi Polemik

  • Whatsapp

MALANG RAYA | portal-indonesia.com – Edaran surat pernyataan untuk pembelajaran tatap muka secara langsung yang diberikan kepada para orang tua dari beberapa SDN/Swasta di Kota Malang menjadi polemik.

Pasalnya, setelah surat pernyataan setuju tidaknya dilakukan pembelajaran langsung diisi oleh pihak orang tua atau wali siswa, disertai tandatangan dan bermaterei 6000. Sehingga surat pernyataan tersebut dianggap mempunyai kekuatan hukum.

Bacaan Lainnya

Padahal menurut pihak orang tua atau wali murid, surat edaran tersebut hanya bersifat pengumpulan data saja (setuju atau tidak lengkap dengan alasan) terkait kesiapan pembelajaran langsung.

Hal itu yang menjadi pemikiran pihak orang tua atau wali murid hingga akhirnya muncul polemik.

“Surat pernyataan kesanggupan yang dilengkapi tandatangan dan bermaterai tersebut kan mempunyai kekuatan hukum. JIka terjadi sesuatu pada siswa, misal terpapar COVID-19, lalu siapa yang bertanggung jawab ?! Apa orang tua wali murid?! Lalu bagaimana dengan lembaga sekolah maupun dinas terkait?!”, kata salah satu wali murid pada portal-indonesia.com, Rabu (11/11/2020)

Salah satu kepala sekolah dasar diwilayah Kecamatan Blimbing (Gugus 2) saat dikonfirmasi mengatakan, terkait hal itu sesuai yang disampaikan oleh gugus sekolah

“Kami hanya mengikuti alur dari atas saja sesuai yang disampaikan oleh gugus sekolah”, ujar Kasek setempat.

Surat pernyataan yang diedarkan, kata kepala sekolah ini, hanyalah untuk mengetahui kesiapan orang tua siswa untuk pembelajaran langsung sesuai yang diinginkan oleh pihak dinas terkait.

“Ada usulan soal edaran yang dilengkapi materei oleh salah satu Kasek saat rapat gugus, dan kami mengikutinya. Nanti kami serahkan kepihak dinas terkait surat edaran yang telah diisi lengkap dengan tandatangan dan bermaterei”, terangnya.

Terkait polemik tersebut, saat Kepala Disdikbud Kota Malang, Zubaidah, dihubungi lewat seluler media ini Rabu (11/11), sedang mengikuti rapat.

“Maaf pak, kami masih ada rapat pengarahan”, ujar Zubaidah singkat.

Sementara pihak Sekretaris Disdikbud saat dihubungi melalui selulernya, Kamis (12/11), mengatakan akan mengecek berkas masuk yang diserahkan ke Disdikbud dari lembaga sekolah.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan