Tentukan Sikap, Giliran Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Merapat Ke Paslon Giat

  • Whatsapp

Acara silaturrahmi, antara Pranoto bersama pasangan Gus Ipu- Adi.


PASURUAN | portal-indonesia.com – Setelah melihat situasi dan arah tatanan politik PDI Perjuangan di Kota Pasuruan, Jawa Timur jauh dari yang diharapkan, Pranoto selaku Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan menentukan sikap.

Bacaan Lainnya

Dimana pada Pilkada Kota Pasuruan 2020 ini, Pranoto justru lebih mendukung kepada Pasangan Calon (Paslon) Gus Ipul -Adi Terpercaya (Giat). Daripada Paslon yang diusung dari partainya internalnya sendiri yaitu Teno – Hasjim (Tegas).

Ungkapan itu disampaikan ketika dalam acara silaturrahmi antara Gus Ipul dan Adi Wibowo dengan Pranoto di kediamannya di daerah Kradenan, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan pada Selasa (10/11) siang.

“Yang jelas Gus Ipul kerumah saya ini silaturrahim. Saya melihat polemik yang terjadi terkait Pilkada saat ini, dan saya sangat prihatin. Baik melalui media sosial ataupun pemberitaan yang ada”. Jelasnya Pranoto, kepada awak Portal Indonesia.com.

Hal tersebut dilakukan oleh Pranoto, tidak lain adalah demi menyelamatkan PDI Perjuangan di Kota Pasuruan dari ambang kehancuran. Karena bila hal tersebut dibiarkan, Pranoto tidak menjamin bahwa PDI Perjuangan Kota Pasuruan bisa berkembang.

Lantaran banyak pengurus internal partai yang berkeluh kesah, bahkan tidak sedikit para tokoh senior yang juga dikeluarkan dari kepengurusan partai PDI Perjuangan Kota Pasuruan tanpa pemikiran yang jernih.

Sehingga secara spontanitas hal itu mengundang reaksi dari sejumlah jajaran pengurus internal PDI Perjuangan, dalam hal ini seperti sejumlah ranting, PAC dan lainnya.

Atas dasar itulah Pranoto tidak tinggal diam, selanjutnya bersama sejumlah ranting, PAC dan juga para mantan pengurus PDI Perjuangan mengambil sikap tegas dengan cara mendukung dan siap memenangkan pasangan Gus Ipul – Adi dalam Pilkada Kota Pasuruan pada periode 2020-2024 mendatang.

“Dari situasi yang ada saat ini, seakan mengarah pada kehancuran PDI Perjuangan di Kota Pasuruan. Maka dari itu saya harus mengambil sikap tegas, yang mana tujuannya untuk menyelamatkan PDI Perjuangan”. Ungkapnya Pranoto dengan lantang.

Belum lagi mengenai banyak hal kejadian yang banyak terjadi ditengah masyarakat Kota Pasuruan, atau bahkan ada yang sampai dilaporkan ke pihak kepolisian.

Melihat adanya situasi dan kondisi politik yang dinilai kurang sehat itulah, akhirnya Pranoto dengan tekad bulat bersikap serta tidak akan membenarkan sesuatu hal yang dianggapnya salah.

“Saya bersikap untuk mengambil langkah politis, yang dalam hal ini mungkin ada pihak yang menganggap hal negatif terhadap saya. Tetapi dalam kontelasi politis saya harus mengambil sikap, bahwa ‘Yang Benar Katakan Benar, dan Yang Salah Katakan Salah”. Ujarnya.

Atas apa yang sudah menjadi keputusan dan tekadnya untuk lebih mendukung Gus Ipul – Adi, dalam hal ini Pranoto dengan tegas dan lantang akan siap menerima konsekwensi yang akan terjadi dan diterimanya kedepan.

“Perlu ditekankan bahwa hati saya dan idiologi saya tetap PDI Perjuangan. Bagaimana cara kita untuk mencairkan, ya satu-satunya harus komunikasi politik bukan terus keras-kerasan. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus dipikirkan lebih jauh”. Imbuh Pranoto.

Sampai saat ini Pranoto juga masih memegang apa yang pernah dikatakan oleh Bung Karno, ‘Biarlah beribu bunga mengembang di taman habsari, begitu eloknya, begitu indahnya taman habsari ku, nusantara ku’. Yang artinya jalin komunikasi.

Termasuk apa yang juga disampaikan oleh Megawati, didalam menghadapi situasi politik kita harus mundur satu langkah untuk maju seribu langka. Dan Pranoto menyatakan hal tersebut haruslah dicerna.

“Terkait masalah ini, saya yakin bahwa DPP dan DPD bisa memahami lah. Perlu saya jelaskan bahwa saya PDI Perjuangan, walaupun saya dipecat sampai gepeng tetap saya Banteng”. Pungkasnya. (Ek/Ghan)

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan