Imbas Penutupan Jalan Kayutangan Kota Malang

  • Whatsapp

Salah satu Pujasera yang tampak tidak ada pembeli.


KOTA MALANG | portal-indonesia.com – Tidak sedikit masyarakat yang mengeluh terhadap dampak yang ditimbulkannya dari penutupan ruas Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan) dan pembangunan Koridor Kayutangan Heritage, Kota Malang.

Bacaan Lainnya

Menurut hasil pantauan dan wawancara kepada sejumlah warga dan pengguna jalan yang berhasil dihimpun hingga hari Rabu (11/11/2020), imbas dari penutupan ruas jalan dan pembangunan Koridor Kayutangan Heritage, menyebabkan kemacetan luar biasa dibeberapa titik jalan di Kota Malang.

Bahkan, Walikota Malang sendiri sempat juga menjadi korban kemacetan itu. (Seperti dilansir dari salah satu media online di Kota Malang yang telah terbit belum lama ini).

Tak hanya kemacetan, penutupan total ruas itu juga berimbas terhadap sepinya pembeli sejumlah toko dan usaha kuliner yang berada disekitaran Kayutangan atau Jalan Basuki Rahmat.

“Dulu pernah ada sosialisasi tentang akan dibangunnya Kayutangan Heritage ini. Tapi saya kaget ketika 3 hari yang lalu ada penutupan total jalan ini. Tentunya dengan ditutupnya jalan ini sangat merugikan saya selaku pelaku usaha. Sudah 2 hari ini, toko kami sangat sepi pembeli. Saya juga yakin toko-toko disepanjang Kayutangan juga pasti mengalami hal yang sama seperti saya. Tapi mau bagaimana lagi, saya hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang ini, dan berharap kepada pihak terkait untuk meninjau ulang penutupan ruas jalan Kayutangan ini,” beber salah satu pelaku usaha kepada portal-indonesia.com.

Senada, salah satu pengelolah usaha kuliner (pujasera) kepada media ini mengatakan bahwa, omset usahanya merosot drastis sejak ruas jalan Kayutangan ditutup total.

“Sejak ditutupnya jalan ini, omset kami merosot drastis. Pengunjung yang makan dan minum di pujasera kami bisa dihitung dengan jari. Sebetulnya sampai saat ini saya tidak mengerti untuk apa trotoar yang baru 4 tahun lalu diperbaiki, tapi sekarang kok diganti lagi. Saya juga minta kepada pihak terkait untuk mengumpulkan dan memberi penjelasan kepada semua pelaku usaha yang berada di Kayutangan ini. Terakhir apakah pengerjaan proyek ini tidak bisa di laksanakan pada malam hari, agar kami (pelaku usaha) tidak merasa dirugikan. Seperti apa yang mas lihat sekarang ini.” ungkap pria ini seraya menunjuk meja kursi yang kosong di pujasera yang Ia kelola.

Untuk sekedar diketahui, Jl. Basuki Rahmat atau yang terkenal dengan Kayutangan ini terletak di jantung Kota Malang, dan merupakan jalur lalu lintas yang cukup padat di setiap harinya. Untuk pengerjaan dan penutupan total Jl. Kayutangan ini akan berlangsung sampai tanggal 20 November 2020.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan