Atasi Banjir di Tanggulangin Sidoarjo, Sungai Segera Dinormalisasi

  • Whatsapp

Pj . Bupati Sidoarjo, Hudiyono, saat melakukan kunjungan Desa di Kecamatan Tanggulangin. 


SIDOARJO | portal-indonesia.com – Untuk solusi jangka panjang penanganan dampak banjir yang kerap terjadi disejumlah desa di Kecamatan Tanggulangin, Pemkab Sidoarjo berencana akan membangun waduk. Rabu (11/11/2020)

Bacaan Lainnya

Tiga desa yang sering terkena dampak banjir di Kecamatan Tanggulangin, antara lain Desa Kedung Banteng, Desa Banjarsari, serta Desa Banjar Panji.

Sebelumnya, yakni saat Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono melakukan kunjungan desa di Kecamatan Tanggulangin, Minggu (8/11/2020), mengatakan terkait solusi untuk mengatasi banjir di Tanggulangin.

“Solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Tanggulangin, kita harus membuat waduk tampungan resapan air. Karena begitu air di hulu itu sudah penuh, kita urai ke beberapa waduk,” jelas Hudiyono kepada wartawan, saat di Desa Kedungbanteng.

Hudiyono mengatakan, waduk itu nantinya bisa berfungsi untuk penyimpanan air sementara, lalu dibuang ke laut atau waduk itu nantinya bisa sebagai tempat wisata. “Nah ini jangka panjang, dan kita butuh komunikasi yang efektif antara Forkopimda, eksekutif, legislatif,” tambahnya.

Untuk pembangunan waduk itu sendiri, kata Hudiyono, pihaknya akan melibatkan tenaga ahli dalam pembangunannya nanti.

Ia sendiri menargetkan rencana pembangunan sudah bisa direalisasikan dalam waktu 2 tahun ini.

“Ini kan (waduk) jangka panjang. Nah, ini nanti kita ada rapat persiapan dan kita akan melibatkan tim ahli. Karena tim ahli ini yang tahu secara teknis dan perencanaannya, nantinya bisa kita realisasikan,” kata Cak Hud (panggilan akrab Hudiyono)

“Kalau target jangka panjang kita bisa 2 tahun. Artinya kita butuh komunikasi dahulu,” sambungnya

Sedangkan untuk jangka pendek penanganan banjir di Sidoarjo, Cak Hud mengungkapkan akan melakukan normalisasi sungai.

Sebab menurut Cak Hud, dari hasil sidak ke lokasi banjir diketahui bahwa aliran air di sungai memang tidak normal karena banyaknya bangunan di bantaran sungai dan sampah yang menumpuk.

“Dalam waktu dekat adalah normalisasi sungai. Itu kita minta peran semuanya. Karena ini tidak bisa peran dari pemerintah saja, tapi ada peran masyarakat. Kita edukasi jangan membuang sampah sembarangan, jangan membangun bangunan di bibir sungai itu. Dan itu sudah setuju masyarakat,” urainya.

Masih Cak Hud, dalam jangka pendek juga, pihak Pemkab Sidoarjo akan memaksimalkan fungsi pompa air yang telah ada.

Bahkan, ia mengaku akan mengajukan bantuan ke Pemprov Jatim untuk meminta tambahan pompa air yang lebih besar agar normalisasi bisa maksimal.

“Kami cek, pompa-pompa memang kecil.  Kami akan minta bantuan ke provinsi untuk meminta bantuan pompa yang lebih besar, agar ada tekanan yang luar biasa dari normalisasi dari hilir sampai utara,” pungkas Cak Hud.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan