Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja dan Kemacetan di Kota Malang

  • Whatsapp

Tampak mahasiswa dan buruh sedang gelar mimbar bebas di depan gedung DPRD Kota Malang.


KOTA MALANG | portal-indonesia.com – Aksi unjuk rasa (unras) menolak UU Cipta Kerja masih terus terjadi. Kali ini 100 massa buruh dan mahasiswa gelar unras.

Bacaan Lainnya

Dengan menggunakan kendaraan 2 (dua) truk dan roda dua, massa aksi mulai merangsak menuju gedung DPRD Kota Malang sekira pukul 11.00 WIB.

Tiba di depan gedung DPRD Kota Malang, mereka menggelar unras dengan mimbar bebas.

Menurut salah satu korlap unras mengatakan, meskipun UU cipta Kerja telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi dan sudah sah menjadi Undang-undang, mahasiswa dan buruh akan tetap turun jalan guna memaksa pemerintah untuk batalkan UU Cipta Kerja.

“Kami menilai semua wakil yang duduk di DPR pusat sampai DPRD kota/kabupaten tidak bisa mengakomodir dan tidak mau mendengarkan aspirasi buruh dan mahasiswa. Kami mengajak masyarakat untuk teriakkan mosi tidak percaya pada wakil rakyat dan pemerintah kota/kabupaten. Sekali lagi saya mengajak masyarakat khususnya buruh untuk bersatu menolak UU Cipta Kerja.” ungkapnya pada awak media.

Selain ada unras, dalam 2 hari ini Kota Malang dilanda kemacetan yang luar biasa. Kemacetan ini di timbulkan adanya penutupan ruas Jl. Basuki Rahmat (kayutangan) yang saat ini ada proyek pembuatan Koridor Heritage Kota Malang. Padahal ruas jalan tersebut adalah jalan raya ditengah kota dan akses jalan yang hubungkan jantung Kota Malang dengan daerah penyangga. Adanya penutupan ruas jalan membuat kemacetan luar biasa di Kota Malang.

Supri salah satu pengguna jalan mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui apakah Pemkot Malang sudah memikirkan dampak dari penutupan ruas Jl. Kayutangan.

“Masak menempuh jalan 5 Km saja butuhkan waktu 1 jam. Apalagi hari ini ditambah ada demo di depan gedung DPRD Kota malang, pastinya kemacetan akan lebih parah dari kemarin”, kata Supri.

Ia berharap untuk proyek pembangunan di Jl. Kayutangan bisa dikerjakan malam hari, supaya dampaknya tidak terlalu parah di arus lalu – lintas.

“Terus terang, saya dan pengguna jalan lain akan sangat terganggu jika Jl. Katutangan di tutup total. Saya dengar penutupan ruas Jl. Kayutangan akan sampai 20 Desember 2020, berarti 1 bulan ini jalanan di Kota Malang akan macet terus,” keluhnya pada portal-indonesia.com.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan